Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda

JATENG.AKURAT.CO, Suasana duka menyelimuti pertandingan cabang olahraga (cabor) selam laut pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 di kawasan Pantai Awann Costa, Pearl of Java (POJ), Kota Semarang, Minggu (25/10/2026). Seorang atlet selam kontingen Kabupaten Jepara meninggal dunia saat mengikuti pertandingan, sehingga pelaksanaan lomba ditunda sambil menunggu keputusan resmi dari panitia dan pihak berwenang.
Insiden tersebut berdampak terhadap kesiapan para atlet dari berbagai kontingen yang dijadwalkan berlaga di nomor selam laut pada 25–27 Oktober 2026. Selain kondisi cuaca perairan, suasana duka dan guncangan psikologis setelah kejadian menjadi pertimbangan untuk tidak memaksakan pertandingan berlanjut.
Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Semarang, Nur Hidayat, mengatakan para atlet masih mengalami keterkejutan karena korban merupakan rekan sesama atlet yang selama ini berinteraksi dalam kegiatan olahraga selam.
Menurutnya, sejumlah kontingen bahkan memilih kembali ke penginapan sembari menunggu kepastian kelanjutan pertandingan.
“Ya, menunggu dulu. Jadi mental anak-anak sedikit ada shock juga. Semua kontingen rata-rata sudah beberapa yang pamit balik ke penginapan,” ujar Nur Hidayat, Minggu (25/10/2026).
Ia menilai, melanjutkan pertandingan dalam kondisi para atlet masih berduka berisiko membuat performa mereka tidak maksimal. Kedekatan antaratlet menjadi salah satu faktor yang membuat suasana pertandingan kali ini berbeda dari kompetisi olahraga pada umumnya.
“Kalau di nomor laut ini dipaksakan pun anak-anak juga masih berduka. Rata-rata mereka teman semua. Ada trauma, shock-nya ini. Pasti enggak akan maksimal,” katanya.
Nur Hidayat menjelaskan, keputusan mengenai kelanjutan pertandingan masih menunggu izin dari kepolisian dan KONI Jawa Tengah. POSSI Kota Semarang sebagai tuan rumah berharap ada ruang untuk menghormati masa berkabung sebelum perlombaan kembali dilaksanakan.
“Harapannya polisi tetap dilanjutkan karena memang berpotensi emas tadi. Kalau dari tuan rumah sendiri kita minta hari ini untuk masa berduka dulu. Kalau diizinkan dari KONI Jateng, ya besok baru mulai lagi,” ujarnya.
Target Tiga Emas Kota Semarang Tertunda
Penundaan pertandingan tersebut turut memengaruhi perjuangan kontingen Kota Semarang yang menargetkan tiga medali emas dari nomor selam laut. Cabor ini menjadi salah satu andalan untuk mendulang medali dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Menurut Nur Hidayat, peluang medali terbuka pada sejumlah nomor yang dipertandingkan, terutama Fin Swimming 3.000 meter serta dua nomor keterampilan bawah air atau orienteering underwater (OBA), yakni M Course dan 5 Point.
“Untuk di laut, potensi medali ada di Fin Swimming putra, terus sama OBA. OBA M Course sama OBA 5 Point itu semuanya berpeluang untuk dapat medali,” jelasnya.
Ia menyebut target tiga emas masih menjadi sasaran realistis bagi kontingen Kota Semarang. Namun, hasil pertandingan nomor OBA tidak hanya bergantung pada kemampuan dan keterampilan atlet, tetapi juga dipengaruhi kondisi alam di lokasi perlombaan.
“Targetnya kita tiga medali emas. Untuk OBA ini keterampilan dan faktor alam juga menentukan. Kalau kita main pas airnya tenang, tidak ada arus, tidak ada gelombang, ya insyaallah ketemu rambunya yang dicari,” ungkapnya.
Dengan kondisi pertandingan yang belum dipastikan berlanjut, kontingen Kota Semarang memilih menunggu keputusan penyelenggara sebelum kembali mempersiapkan atlet untuk turun ke arena.
Atlet Putri Tetap Optimistis Memburu Emas
Di tengah situasi duka, atlet selam laut putri Kota Semarang, Dewi Ayu Kusumaningtyas, tetap menyimpan optimisme untuk meraih hasil terbaik. Ia dijadwalkan turun pada dua nomor, yakni OBA 5 Point dan OBA M Course.
“Harus optimistis emas,” tegas Dewi saat ditemui di lokasi pertandingan.
Mahasiswi S2 Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang baru saja menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas PGRI Semarang (Upgris) itu menargetkan dua medali emas dari dua nomor yang diikutinya.
Dewi mengatakan persiapan telah dilakukan melalui latihan rutin, termasuk berlatih di perairan Awann Costa untuk mengenali karakter lokasi pertandingan. Ia juga menjaga kondisi fisik dengan menjalani latihan di kolam renang.
Berdasarkan pengalamannya berlatih di lokasi tersebut, kondisi perairan dinilai cukup mendukung untuk bertanding. Ia juga merasa mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain, meski mengakui terdapat lawan tangguh di nomor OBA.
“Kondisi race di sini rata-rata kondusif untuk bertanding. Lawan-lawan bisa diimbangi. Paling berat untuk OBA ada dari Cilacap sama Jepara,” kata Dewi, yang pernah meraih medali perunggu nomor OBA M Course pada Porprov 2023 di Jepara.
Sesuai jadwal awal, nomor OBA M Course seharusnya digelar pada Minggu (25/10/2026), sedangkan OBA 5 Point dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/10/2026). Namun, jadwal tersebut kini menunggu arahan resmi panitia dan KONI Jawa Tengah setelah insiden yang menewaskan atlet asal Jepara.
Sembilan Atlet Kota Semarang Disiapkan
Untuk menghadapi pertandingan selam laut Porprov XVII Jawa Tengah 2026, Kota Semarang menurunkan sembilan atlet yang tersebar di nomor Fin Swimming 3.000 meter, OBA M Course, dan OBA 5 Point.
Pada nomor Fin Swimming 3.000 meter, Kota Semarang mengandalkan Samuel Revan Harsono, Zhafira Putri Atha Nasya, dan Imanuel Krisna Oktavian.
Sementara itu, Dewi Ayu Kusumaningtyas akan berlaga pada nomor OBA 5 Point dan OBA M Course. Salma Vinabella Djatmiko, Ivander Raisa Hidayat Saputro, dan Muhammad Farhan Ramadhani dijadwalkan mengikuti nomor OBA 5 Point.
Adapun Naufal Luthfi Zaini dan Denandra Sandang Sana disiapkan untuk turun pada nomor OBA M Course.
Di tengah persiapan mengejar target medali, insiden yang menimpa atlet Jepara menjadi pengingat bahwa keselamatan atlet harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan olahraga, khususnya cabang yang berlangsung di perairan terbuka.
Bagi para atlet dan kontingen yang hadir di Awann Costa, pertandingan Porprov kali ini tidak hanya menyangkut persaingan meraih prestasi, tetapi juga menyisakan duka atas meninggalnya seorang rekan sesama atlet.
Kelanjutan perlombaan selam laut pun menunggu keputusan resmi dari pihak berwenang, dengan harapan seluruh aspek keselamatan dan kesiapan atlet menjadi pertimbangan sebelum pertandingan kembali digelar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Pentingnya Ketajaman Intuisi untuk Menghadapi Dinamika Kehidupan
- 4Prediksi Skor Madura United vs Persib: Ketajaman Dimitar Mitkov Jadi Ancaman, Ini yang Diwaspadai Igor Tolic
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 7Rute Macet Semarang-Solo, 22 Oktober 2026: Mana yang Harus Dihindari, Mana yang Harus Diambil
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Hapkido Semarang Dominasi Porprov Jateng 2026, Raih Lima Emas dan Sabet Gelar Juara Umum
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



