Jateng

Hapkido Semarang Dominasi Porprov Jateng 2026, Raih Lima Emas dan Sabet Gelar Juara Umum

Muhammad Husni Mushonifi | 23 Oktober 2026, 18:27 WIB
Hapkido Semarang Dominasi Porprov Jateng 2026, Raih Lima Emas dan Sabet Gelar Juara Umum

JATENG.AKURAT.CO, Kontingen Hapkido Kota Semarang menunjukkan dominasinya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tiga perunggu, Kota Semarang sukses keluar sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) Hapkido.

Prestasi tersebut diraih setelah para atlet berlaga di Kendal Sports Centre pada 21–22 Oktober 2026. Dari total 14 nomor yang dipertandingkan, atlet-atlet Kota Semarang mampu mengamankan 12 medali sekaligus mengungguli perolehan medali kontingen dari daerah lainnya.

Lima medali emas Kota Semarang disumbangkan oleh Livia Stevenson Prabawa dari nomor Hyung Individual Putri, Cut Dini Rizka di nomor Daryun 51 kilogram, Budi Santosa pada nomor Daryun 78 kilogram, serta Kintan Armianata Dewi di nomor Daryun 63 kilogram.

Satu medali emas lainnya diperoleh pasangan Nealla Putri Magdalena dan Jefry Antoni Handoko dari nomor Hosinsul Authorized.

Sementara itu, empat medali perak diraih Aldi Angga Riandika pada nomor Daryun 54 kilogram, Nealla Putri Magdalena dan Jefry Antoni Handoko di nomor Hosinsul Freestyle, Safira Dewi Nurjanah pada nomor Daryun U-59 kilogram, serta Kadek Eka Marta dari nomor Daryun over 84 kilogram.

Adapun tiga medali perunggu disumbangkan Ahmad Sef Maulana pada nomor Daryun 62 kilogram, Satya Donadyaksa Wicaksana dari Hyung Individual Putra, dan Ardyan Pradana pada nomor Daryun 72 kilogram.

Pelatih Hapkido Kota Semarang, Sudarto, menyebut capaian tersebut merupakan hasil terbaik yang dapat dipersembahkan para atlet bagi Kota Semarang dalam kompetisi tingkat provinsi tersebut.

Menurut dia, tim sebenarnya masih memiliki peluang menambah koleksi medali emas dari sejumlah nomor. Namun, beberapa kendala di pertandingan membuat kesempatan tersebut belum dapat dimaksimalkan.

Sudarto mencontohkan Safira Dewi Nurjanah yang dinilai memiliki peluang besar meraih medali emas. Sayangnya, cedera yang dialami atlet tersebut membuat pertandingan final tidak dapat dilaksanakan.

“Safira Dewi sebenarnya punya peluang emas, namun ia cedera sehingga pertandingan final tidak dilangsungkan,” ujarnya.

Peluang emas lainnya juga sempat terbuka bagi Kadek Eka Marta. Akan tetapi, kelengahan saat bertanding membuat keunggulannya tidak mampu dipertahankan hingga lawan dari Grobogan berhasil mencuri poin.

“Adapun Kadek Eka, sedikit lengah meski sempat unggul sehingga Grobogan bisa mencuri poin darinya,” kata Sudarto.

Meski kehilangan peluang dari sejumlah nomor, Sudarto menilai hasil akhir yang diraih timnya tetap sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelum kompetisi berlangsung.

Target lima medali emas berhasil dipenuhi, disertai tambahan empat medali perak dan tiga perunggu. Hasil tersebut sekaligus mempertegas kontribusi cabor Hapkido dalam mendongkrak perolehan medali Kota Semarang di Porprov Jateng 2026.

Keberhasilan menjadi juara umum juga menjadi bukti kerja keras para atlet dan tim pelatih selama menjalani persiapan hingga menghadapi pertandingan. Raihan tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pembinaan Hapkido Kota Semarang pada kompetisi berikutnya.

Berdasarkan catatan perolehan medali hingga pukul 17.00 pada saat laporan disusun, kontingen Kota Semarang juga masih menempati posisi teratas klasemen sementara Porprov Jateng 2026.

Sumbangan medali dari Hapkido menjadi salah satu capaian penting bagi Kota Semarang dalam persaingan menuju posisi terbaik pada pesta olahraga tingkat Jawa Tengah tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.