Hari Santri, Baznas Jateng Salurkan Rp697,89 Juta untuk 97 Jamban dan Empat Rumah Tidak Layak Huni

JATENG.AKURAT.CO, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp697,89 juta untuk pembangunan 97 unit jamban dan rehabilitasi empat rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembekalan dan Pentasharufan Bantuan Jambanisasi dan RTLH di Kota Tegal, Kamis, 22 Oktober 2026.
Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal dan memperoleh fasilitas sanitasi yang layak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, menjelaskan bahwa alokasi bantuan jambanisasi mencapai Rp617,89 juta yang didistribusikan ke tiga daerah, yakni Kabupaten Pemalang, Kabupaten Brebes, dan Kota Tegal.
Kabupaten Pemalang mendapatkan alokasi pembangunan 54 unit jamban senilai Rp343,98 juta. Selanjutnya, Kabupaten Brebes menerima bantuan untuk 26 unit jamban senilai Rp165,62 juta, sedangkan Kota Tegal memperoleh bantuan pembangunan 17 unit jamban dengan nilai Rp108,29 juta.
Selain program jambanisasi, Baznas Jateng juga menyalurkan bantuan rehabilitasi RTLH sebesar Rp80 juta kepada empat warga di Kabupaten Pemalang. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta untuk mendukung perbaikan rumah agar menjadi lebih layak huni.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang menghadiri kegiatan tersebut mengapresiasi penyaluran bantuan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana umat untuk menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Ia menilai, bantuan perbaikan rumah dan pembangunan jamban merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Pemenuhan kebutuhan hunian dan sanitasi yang layak juga menjadi bagian penting dari upaya membangun lingkungan masyarakat yang lebih sehat.
Taj Yasin mengatakan, penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk aktualisasi semangat Hari Santri Nasional. Jika pada masa perjuangan kemerdekaan santri dan ulama berjuang melawan penjajahan, pada masa kini semangat pengabdian itu dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Peringatan Hari Santri Nasional itu utamanya untuk mengukuhkan jati diri kita sebagai santri. Hari ini, seperti yang disampaikan Pak Gubernur (Ahmad Luthfi), penguatan santri bukan lagi untuk mengusir penjajah, tetapi bagaimana membuat masyarakat di lingkungan kita menjadi lebih sejahtera,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Baznas Jateng atas penyaluran bantuan kepada masyarakat di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Baginya, pendayagunaan dana zakat untuk pembangunan jamban dan rehabilitasi rumah menjadi salah satu wujud kepedulian sosial yang sejalan dengan semangat Hari Santri.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas yang hari ini mentasarufkan bantuan untuk sekitar 97 jamban dan empat rumah, dengan nilai sekitar Rp600 juta. Ini merupakan salah satu refleksi dari Hari Santri,” kata Gus Yasin.
Lebih lanjut, Taj Yasin berharap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah terus diperkuat agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Ia juga mendorong agar bantuan yang diberikan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan mendesak, tetapi turut mendukung peningkatan kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Menurutnya, keberhasilan program bantuan dapat tercermin ketika masyarakat yang sebelumnya membutuhkan dukungan mulai mampu memperbaiki taraf hidup dan pada akhirnya ikut membantu warga lain yang mengalami kesulitan.
“Hari ini Bapak Ibu menerima, tahun depan insyaallah sudah menjadi muzakki,” pungkasnya.
Melalui program jambanisasi dan rehabilitasi RTLH ini, Baznas Jateng menyalurkan dana umat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menghadirkan hunian yang lebih layak, fasilitas sanitasi yang memadai, serta mendorong peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Daftar Gunung Terbakar Dalam 24 Jam Terakhir Hingga Senin 19 Oktober 2026: Dari Bromo sampai Latimojong
- 2Prediksi Madura United vs Persib: Balsa Sekulic Starter, Mitkov Kembali Jadi Ancaman
- 3Rute Macet Semarang-Solo, 22 Oktober 2026: Mana yang Harus Dihindari, Mana yang Harus Diambil
- 4Update Rute Macet Kota Semarang dan Solo 19 Oktober 2026: Piere Tendean Masih Ditutup! Ini Titik Macet dan Jalur Selamat Hari Ini
- 5Kebakaran Gunung Lawu Capai 140 Hektare, Bagana dan Relawan terus Berjibaku
- 6Lepas 845 Atlet ke Porprov Jateng 2026, Semarang Bidik 190 Emas demi Pertahankan Takhta Juara Umum
- 7Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Ungkap Transformasi Tata Kelola Pupuk yang Berpihak Pada Petani
- 8Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Demak, Grobogan, dan Semarang, Saldo Rekening Rp2,46 Miliar Diblokir
- 97 Tipe Sandal Jepit ke Warung dan Kepribadiannya—Nomor 7 Bikin Ngakak
- 10Selasa Pagi Meeting Lagi? Ternyata Ini Alasan Kenapa Rasanya Lebih Lama dari Seharusnya




