Jateng

Daftar Gunung Terbakar Dalam 24 Jam Terakhir Hingga Senin 19 Oktober 2026: Dari Bromo sampai Latimojong

Theo Adi Pratama | 19 Oktober 2026, 22:02 WIB
Daftar Gunung Terbakar Dalam 24 Jam Terakhir Hingga Senin 19 Oktober 2026: Dari Bromo sampai Latimojong

JATENG.AKURAT.CO, Dalam 24 jam terakhir hingga Senin (19/10/2026) malam, api masih membara di sedikitnya enam gunung di Indonesia—dari Bromo yang telah merenggut lima nyawa, Lawu yang meluas ke 130 hektare, hingga Latimojong di Sulawesi Selatan yang sudah sepekan tak padam.

Bromo: Lima Nyawa Melayang, Api Menjalar ke Seruni Point

Gunung Bromo menjadi yang paling memilukan dalam 24 jam terakhir. Kebakaran yang berakar dari Bukit Kembang sejak Kamis (15/10) itu telah menghanguskan 75,37 hektare lahan hingga Senin (19/10).

Yang lebih pahit: korban meninggal bertambah menjadi lima orang. Korban terakhir, Munawi (44), warga Desa Ngadirejo, Sukapura, meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Senin sekitar pukul 14.55 WIB setelah dirawat intensif dengan luka bakar sekitar 51 persen dan gagal organ multipel.

Api juga dilaporkan menjalar ke Seruni Point di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, setelah mengarah ke bawah Penanjakan Satu. Akses ke Bukit Penanjakan masih ditutup sejak Sabtu (17/10) pukul 21.30 WIB.

Arjuno-Welirang dan Sigiran: Titik Api Tersebar, Pemadaman Darat Tak Mampu

Di Pasuruan, api di Gunung Arjuno-Welirang masih membara sejak Kamis (15/10) sore.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyebut lokasi kebakaran tersebar di banyak titik: Gunung Ringgit, Putuk Lembu, Sawahan Kesek, dan Putuk Pulosari Ledug. Kebakaran juga merembet ke Tahura wilayah Mojokerto dan Batu.

“Petugas dan relawan gantian naik-turun melakukan pemadaman siang dan malam. Kendalanya medan sulit, angin kencang, dan lokasinya tersebar di banyak titik,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Sementara Gunung Sigiran di Mojokerto, tepatnya di atas Surga Cendono, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, masih terpantau titik apinya sejak pekan lalu. Medan yang curam membuat petugas sulit menjangkau pusat api.

Lawu: 130 Hektare Terbakar, Karanganyar Siaga Darurat

Di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur, Gunung Lawu masih jadi medan pertempuran.

Hingga Senin (19/10), luas area terdampak diperkirakan melampaui 130 hektare, dan Pemkab Karanganyar telah menetapkan status tanggap darurat sejak Sabtu (17/10).

Jumlah titik api sebenarnya berkurang dari 11 menjadi 2 titik hingga Senin, tapi luasan justru meluas hingga Pos 4 pendakian akibat tiupan angin.

Operasi water bombing dengan dua helikopter TNI AU dan TNI AD sempat terkendala awan tebal—helikopter sudah mengambil air tiga kali dari Waduk Gondang, tapi tidak berani mendekat ke titik api.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, berharap awan segera bergeser.

“Semoga awan segera bergeser sehingga heli bisa beroperasional kembali dan memadamkan titik api,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Latimojong: Tujuh Hari, Api Merembet ke Pos 6

Di Sulawesi Selatan, Gunung Latimojong di Kabupaten Enrekang sudah tujuh hari terbakar dan belum padam. Api dilaporkan menyebar ke kiri dan kanan jalur, dengan asap tebal membumbung tinggi.

“Api menyala sudah masuk hari ke-7 dan sudah menyebar ke kiri dan kanan jalur. Asap yang tebal terlihat membumbung naik di lokasi ini,” kata Sunardi, tour guide Gunung Latimojong, dikutip detikSulsel.

Api yang kembali terlihat di jalur merah via Dusun Angin-angin pada Minggu (11/10) itu telah meluas hingga Pos 4, 5, dan 6. Jalur pendakian pun ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan.

Pakuwaja: Api Padam, Tapi Tetap Dipantau

Kabar sedikit lebih baik datang dari Gunung Pakuwaja di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (18/10) menghanguskan 5,27 hektare lahan hutan lindung, tapi api berhasil dipadamkan pada sore harinya.

Meski demikian, BPBD Wonosobo masih melakukan pemantauan pada Senin (19/10) untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

“Api sudah padam, tetapi lokasi masih terus dipantau untuk memastikan tidak ada titik api yang terlewat,” kata Sabarno, Koordinator TRC BPBD Wonosobo.

Ringkasan: Enam Gunung, Satu Akar Masalah

Gunung

Lokasi

Status Terkini

Bromo

Probolinggo–Pasuruan, Jatim

75,37 ha; 5 meninggal; meluas ke Seruni Point

Arjuno-Welirang

Pasuruan–Mojokerto–Batu, Jatim

Titik api tersebar; pemadaman darat terkendala medan

Sigiran

Mojokerto, Jatim

Masih terpantau; medan curam sulit dijangkau

Lawu

Karanganyar–Magetan, Jateng–Jatim

130 ha; tanggap darurat; water bombing terkendala awan

Latimojong

Enrekang, Sulsel

Hari ke-7; meluas ke Pos 6; jalur ditutup

Pakuwaja

Wonosobo, Jateng

5,27 ha; api padam; masih dipantau

Selain itu, delapan kawasan gunung di Jawa Timur—termasuk Semeru, Raung, Arjuno, Welirang, dan Argopuro—dilaporkan mengalami penutupan jalur atau pembatasan akses akibat aktivitas vulkanik dan kebakaran hutan hingga 18 Oktober 2026.

Akar masalahnya sama seperti karhutla di Sumatera dan Kalimantan: musim kemarau panjang yang diperparah El Nino sangat kuat, ditambah angin kencang dan medan gambut atau lereng curam yang membuat api sulit dipadamkan.

Yang membedakan, kali ini api menjalar ke gunung-gunung yang biasanya jadi tujuan pendakian—bukan lahan perkebunan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.