Jateng

Dampak Banjir di Pedurungan Semarang, Gumpalan Lumpur Sampai Masuk Rumah Warga

Theo Adi Pratama | 3 Januari 2024, 11:52 WIB
Dampak Banjir di Pedurungan Semarang, Gumpalan Lumpur Sampai Masuk Rumah Warga

AKURAT.CO, Banjir di ruas Jalan Nogososro, Tlogosari Kulon, Pedurungan, dengan ketinggian air 10-15 centimeter masih terjadi sampai pagi ini imbas hujan deras, Selasa (2/1/2024) malam.

Bahkan pada pantauan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Semarang, lumpur tebal masuk hingga ke rumah-rumah warga.

BPBD melaporkan, dampak hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang selama beberapa jam menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik ruas jalan dan wilayah permukiman warga di Kota Semarang.

Hingga pagi ini, Rabu (3/1/2024) titik banjir masih terjadi di jalan Nogososro, wilayah Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Baca Juga: Ketahuan, Penyebab Banjir di Semarang Karena Penutup Saluran Air Banyak Dicuri, Mbak Ita Minta Kesadaran Masyarakat

Ketinggian air banjir sekitar 10-15 centimeter, serta adanya limpasan air dari Kali Tenggang. Akibat banjir tersebut aktivitas masyarakat menjadi terganggu, karena saat jam sibuk seperti masuk kerja dan jam sekolah.

Genangan juga terpantau di ruas jalan Gebang Anom, Jalan Medoho, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Sehingga aktivitas warga juga terganggu karena masih terendam akses jalan sampai saat ini.

Sedangkan titik tanah longsor tersebar di beberapa wilayah lainnya, yaitu RT 3 RW 1 Kelurahan Tandang, RT 4 RW 4 Kelurahan Bulusan, Perumahan Mountain View RT 06 RW 02 Mangunharjo, Kecamatan Tembalang.

Baca Juga: Hari Ini, Ratusan Mahasiswa FTIK USM Ikuti UAS

Upaya penanganan, petugas BPBD Kota Semarang dan instansi terkait sudah mendatangi lokasi untuk melakukan assesmen dan pendataan dampak kejadian tanah longsor tersebut.

Kemudian, titik kejadian pohon tumbang, ada di Pucang Gading menutup akses jalan, Tlogosari, Jalan Sigar Bencah, Jalan Indraprasta depan K24, Bukit Bougenvile Sendangguwo, Sinar Waluyo raya, Jalan Kedungmundu RT 7 RW 1, Jalan Gajah Raya depan Isa Grafika.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, kejadian banjir imbas hujan deras disertai angin kencang menyebabkan banjir, sementara berdampak di wilayah Semarang Timur.

Baca Juga: Misteri dan Keangkeran Gunung Alas Gumitir: Legenda dan Sejarah yang Selalu Memikat

"Sedangkan kejadian tanah longsor dan pohon tumbang tersebar di beberapa wilayah lainnya," ujarnya singkat saat dihubungi.

Pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan relatif tinggi, disertai angin kencang. Kemungkinan terjadi tanah longsor, pohon tumbang seperti kejadian tadi malam.

"Perlu diwaspadai dampak bencana imbas hujan deras," katanya singkat lagi.

Masyarakat juga diimbau tidak panik, jika ada tanda tanda akan berpotensi bencana, masyarakat bisa melaporkan ke RT/RW setempat, lurah dan nantinya lurah yang akan meneruskan ke dinas terkait dan BPBD Kota Semarang. 

Baca Juga: Misteri yang Menyelimuti Pabrik Seranite Banyuwangi: Sejarah Angker dan Nuansa Mistis yang Membuat Merinding

Sementara itu sebelumnya, peringatan potensi hujan deras dan angin kencang yang akan berlangsung untuk beberapa hari kedepan telah dikeluarkan oleh BMKG akan terjadi beberapa daerah di Jawa Tengah, termasuk kota Semarang, dan daerah sekitarnya. Yaitu pada tanggal 2 Januari -4 Januari 2024

Hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Jawa Tengah atau Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa, dan aktifnya Gelombang Atmosfer Rossby Ekuator di sekitar Pulau Jawa dan terdapat daerah belokan angin di sekitar wilayah Jawa Tengah maupun labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.

Dalam laporan yang dipublikasikan BMKG, kondisi ini yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang - lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah di Jawa Tengah

"Yang terdampak besar seperti Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Demak dan sekitarnya," papar Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo dalam rilisnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.