Jateng

Misteri dan Keangkeran Gunung Alas Gumitir: Legenda dan Sejarah yang Selalu Memikat

Theo Adi Pratama | 3 Januari 2024, 11:00 WIB
Misteri dan Keangkeran Gunung Alas Gumitir: Legenda dan Sejarah yang Selalu Memikat

AKURAT.CO Misteri, Cerita rakyat kali ini membawa kita ke dunia yang penuh misteri dan keangkeran di seputar Gunung Alas Gumitir.

Di balik kecantikan alamnya, gunung ini ternyata menyimpan legenda dan sejarah yang begitu kental, menjadikannya penuh mitos yang tak kalah menarik.

Gunung Alas Gumitir, sering disebut sebagai Gunung Bumicokro, terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, lebih tepatnya antara Kecamatan Silo dengan Kecamatan Kalibaru, Provinsi Jawa Timur.

Gunung ini, juga dikenal dengan nama Gunung Merawan, sejak zaman dahulu telah menjadi jalur penghubung terpendek antara kedua kabupaten tersebut.

Baca Juga: Cerita Seputar Pulau Merah Banyuwangi: Keindahan Alam yang Dipenuhi Misteri dan Mitos Tersembunyi

Keunikan Gunung Gumitir terletak pada ketinggian paling rendah di antara rangkaian pegunungan lainnya, membentang dari Gunung Raung di utara hingga Gunung Kidul di selatan.

Selain sebagai jalur penghubung, gunung ini juga menyimpan cerita rakyat dan mitos yang melekat kuat di kalangan masyarakat Nusantara.

Legenda Nama "Gumitir"

Nama "Gumitir" dikisahkan berasal dari legenda Damarwulan.

Setelah Damarwulan berhasil mengalahkan dan memanggil kepala Minakjinggo, ia bertemu dengan layang Seto dan layang Kumitir.

Kedua layang tersebut berhasil menipu Damarwulan dan merampas kepala Minakjinggo di gunung tempat keduanya berada.

Sejak saat itu, gunung itu dikenal sebagai Gunung Kumitir atau Gunung Gumitir.

Baca Juga: Misteri dan Legenda Keraton Macan Putih: Jejak Sejarah yang Juga Menyimpan Kepercayaan Mistis

Mitos dan Keangkeran Alas Gumitir

Namun, keindahan alam Gunung Alas Gumitir tidak luput dari nuansa mistis yang menyelimuti.

Tanaman bernama "Gumitir gemitir kumitir" atau gem truk, yang dikenal dengan nama ilmiah Tagetes erecta, menjadi bagian dari kepercayaan Jawa kuno.

Bunga Gumitir sering digunakan untuk sesajen atau canangsari.

Alangalangkumitir, yang merupakan Kahyangan dari Sanghyang Wenang, menurut legenda yang beredar di kalangan masyarakat, terutama penduduk Kabupaten Banyuwangi, menambahkan aura magis di sekitar Gunung Alas Gumitir.

Baca Juga: Misteri dan Keajaiban Goa Istana: Pusat Spiritual Kerajaan Mistis Alas Purwo

Sejarah dan Pembangunan Gunung Gumitir

Gunung Gumitir pernah menjadi perhatian pemerintah kolonial Belanda.

Pada tanggal 10 September 1926, enam lintasan kereta api dibangun oleh Staatsspoorwegen.

Pada 13 Agustus 1934, pabrik pengolahan kopi di Gunung Gumitir diresmikan, menjadi bukti sejarah pada masa penjajahan Jepang.

Gua Jepang yang dibangun oleh serdadu Dai Nippon di sekitar Gunung Gumitir menjadi saksi bisu dari masa pendudukan Jepang di Indonesia.

Gua tersebut berfungsi sebagai pengawas jalur kereta api yang melintasi gunung ini.

Wilayah Gunung Gumitir saat ini dilindungi dan dikelola oleh Perum Perhutani dan PT Perkebunan Nusantara.

Komoditas utama Perum Perhutani di kawasan ini adalah jati, pinus, dan mahoni, sementara PTPN 12 fokus pada kopi robusta, pohon, dan berbagai kayu-kayuan.

Keangkeran Alas Gumitir

Gunung Gumitir tidak hanya dikenal karena sejarahnya yang kaya, tetapi juga karena jalur lintas selatannya yang misterius.

Meskipun kini telah banyak berdiri warung-warung makan di sekitar alas Gumitir, hal tersebut tidak mengurangi keangkeran tempat ini.

Para pengendara yang melintasi jalur ini sering merasakan nuansa mengerikan.

Ratusan lintasan lika-liku dengan bidang naik-turun, dikelilingi oleh rimbunan pohon tua, menciptakan atmosfer yang merinding.

Baca Juga: Misteri Pantai Boom: Jejak Mistis dan Tragedi Kelam yang Menyelimuti Pantai di Banyuwangi

Beragam kejadian mistis sering terjadi di Gunung Gumitir, mulai dari kecelakaan mengerikan hingga teror mistis yang dialami oleh beberapa pengendara.

Beberapa misteri yang paling sering dialami pengendara di jalur ini termasuk:

  1. Pasar Setan di Alas Gumitir: Konon, di sekitar Gunung Gumitir terdapat sebuah "pasar setan." Beberapa pengendara melaporkan pengalaman aneh, seolah-olah mereka melintasi pasar yang penuh dengan pedagang makanan di tengah malam.

  2. Arwah Pekerja Paksa: Kisah misteri ini terkait dengan arwah para pekerja paksa yang meninggal saat membangun jalur alas Gumitir. Konon, banyak dari mereka yang mati kelaparan karena tidak mendapatkan upah dan makanan yang layak.

  3. Tarian Patung Gandrung: Alas Gumitir menjadi lokasi berdirinya patung Gandrung, ikon kota Banyuwangi. Banyak yang melaporkan bahwa posisi tangan patung ini sering berubah-ubah, menambahkan nuansa misteri.

  4. Villa Berhantu: Bangunan Villa yang sudah tua dan terbengkalai di kawasan tersebut diyakini menjadi tempat bersemayamnya makhluk astral, terutama hantu noni Belanda. Kisah seram juga menyebutkan adanya istana makhluk astral di sekitar Villa.

Misteri-misteri ini memberikan warna tersendiri pada keindahan alam Gunung Alas Gumitir.

Meskipun keangkerannya terasa kuat, pesona mitos dan sejarahnya terus memikat para pencari petualangan yang ingin menjelajahi keunikan tempat ini.

Sebuah cerita rakyat yang mengajak kita merenung tentang kebesaran alam dan mistisisme yang melingkupinya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.