Mengungkap Asal Usul dan Sejarah Sebuah Daerah di Semarang: Gunungpati, Sebuah Jejak dan Kisah yang Menaunginya

AKURAT.CO Sejarah, Saat kata "Gunungpati" terdengar, pikiran kebanyakan orang mungkin langsung terhubung dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes), yang berdiri megah di salah satu kecamatan di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
Namun, tahukah Anda bahwa ada cerita menarik di balik nama Gunungpati yang mungkin belum banyak diketahui?
Meski memiliki embel-embel "gunung" pada namanya, sebenarnya Gunungpati tidak memenuhi kriteria untuk disebut sebagai gunung.
Dengan ketinggian rata-rata 259 meter di atas permukaan laut, jauh di bawah 610 meter yang biasanya menjadi standar ketinggian gunung.
Meskipun begitu, kawasan ini menyimpan sejarah yang kaya dan menarik untuk diungkap.
Kecamatan Gunungpati baru masuk dalam wilayah Kota Semarang pada pertengahan 1980-an.
Sebelumnya, Gunungpati memiliki status kawedanan di Kabupaten Semarang, sebuah tingkatan otoritas pemerintahan daerah di bawah kabupaten namun di atas kecamatan.
Asal-usul nama Gunungpati ternyata terkait erat dengan Kabupaten Pati.
Pendirinya berasal dari kabupaten yang terletak di Pantura tersebut, yakni Adipati Wasis Joyokusumo, yang juga dikenal dengan julukan Kiai Pati.
Ada cerita menarik yang terkait dengan perjalanan Kiai Pati dan penduduknya yang menyelamatkan diri dari peperangan dengan berjalan ke arah barat.
Baca Juga: Jejak Sejarah dan Asal Nama Ngaliyan: Kisah Unik di Balik Nama-Nama Tempat di Semarang
Setelah sampai di sebuah tempat yang memiliki gunung-gunung, udara sejuk, dan tanah subur, mereka memutuskan untuk menetap di sana, yang kemudian diberi nama Gunungpati.
Namun, versi lain dari cerita tersebut muncul dari juru kunci makam Kiai Pati, Turmanto, yang mengatakan bahwa Kiai Pati kalah dalam pertempuran dengan Pasukan Mataram dan diminta untuk menyingkir ke tempat lain.
Ini menjadi salah satu misteri dalam sejarah Gunungpati, di mana versi cerita yang mana yang sebenarnya terjadi.
Bukti keberadaan Kiai Pati sebagai pendiri Gunungpati juga tercermin dari nama-nama kampung di kecamatan tersebut yang sangat khas.
Nama-nama seperti Ngabean, Jagalan, Kauman, hingga Kliwonan, semuanya memiliki kaitan dengan sejarah yang dibawa oleh Kiai Pati.
Makam Kiai Pati sendiri diyakini telah ada sejak tahun 1612, menunjukkan bahwa tempat tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi dan harus dijaga keberadaannya.
Semakin dalam kita menggali jejak sejarah Gunungpati, semakin banyak misteri dan cerita menarik yang kita temui, mengungkap kekayaan warisan budaya dan sejarah yang tersembunyi di balik namanya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










