Jateng

Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Antaboga, Dewa Penguasa Dasar Bumi dalam Mitologi Jawa

Theo Adi Pratama | 4 Maret 2024, 16:00 WIB
Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Antaboga, Dewa Penguasa Dasar Bumi dalam Mitologi Jawa

AKURAT.CO, Antaboga, juga dikenal sebagai Sang Hyang Nagasesa, Sang Hyang Anantaboga, atau Sang Hyang Basuki, adalah salah satu dewa penting dalam mitologi Jawa yang dipercaya sebagai penguasa dasar bumi.

Dalam tradisi Jawa, Antaboga dianggap tinggal di Kahyangan Saptapratala, lapisan ke tujuh dasar bumi.

Meskipun tempat tinggalnya berada di dasar bumi, keadaan di Saptapratala diyakini tidak jauh berbeda dengan di kahyangan lainnya.

Menurut cerita, Antaboga memiliki istri bernama Dewi Supreti, dan dari pernikahan mereka lahirlah dua anak, yaitu Dewi Nagagini dan Naga Tatmala.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Bambang Lesmana Mandrakumara, Pangeran Pengecut dalam Mahabharata

Antaboga sendiri merupakan putra Anantanaga dan Dewi Wasu, putri Anantaswara.

Walaupun dalam keadaan biasa Antaboga memiliki bentuk yang mirip dengan manusia, namun ketika menjelma dalam keadaan triwikrama, tubuhnya berubah menjadi ular naga besar.

Selain itu, setiap 1000 tahun sekali, Antaboga berganti kulit, dalam ritual yang dikenal sebagai mlung-sungi.

Dalam pewayangan Jawa, cerita tentang Antaboga sering kali dipentaskan oleh dalang.

Salah satu aspek penting dari tokoh ini adalah kemampuannya untuk menjelma menjadi apa saja sesuai dengan kehendaknya, yang disebut sebagai Aji Kawastrawam.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Dewi Lengleng Mulat, Kecantikan yang Menyulut Peperangan

Sebagai contoh, Antaboga pernah menjelma menjadi garangan putih, seekor hewan mirip musang atau cerpelai, untuk menyelamatkan Pandawa dan Kunti dari amukan api pada peristiwa Bale Sigala-gala.

Keturunan Antaboga juga memiliki peran penting dalam cerita-cerita pewayangan Jawa.

Putrinya, Dewi Nagagini, menikah dengan Bima, salah satu tokoh utama dalam kisah Mahabharata yang merupakan bagian dari wiracarita Jawa.

Cucunya, yang lahir dari Dewi Nagagini, bernama Antareja atau Anantaraja.

Antaboga juga dikisahkan memiliki kemampuan untuk menghidupkan orang mati yang kematiannya belum ditetapkan, karena ia memiliki air suci Tirta Amerta.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Lembusura, Kisah Patih Raksasa dalam Mitologi Indonesia

Air sakti ini pernah dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali Dewi Wara Subadra yang telah mati karena dibunuh oleh Burisrawa.

Legenda tentang Antaboga tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya Jawa yang kaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebijaksanaan dan keadilan yang menjadi pedoman bagi masyarakat.

Kisahnya yang penuh dengan peristiwa luar biasa dan keajaiban alam menjadi sumber inspirasi dan refleksi bagi generasi masa kini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.