Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Dewi Lengleng Mulat, Kecantikan yang Menyulut Peperangan

AKURAT.CO Sejarah, Dalam pedalangan Jawa, terdapat kisah tentang Dewi Lengleng Mulat, yang juga dikenal dengan nama Dewi Lengleng Mandanu.
Namanya sendiri mengandung arti sebagai "seorang dengan paras muka yang demikian indahnya, hingga pasti akan menarik dan membelenggu tiap perhatian yang diarahkan kepadanya."
Dewi Lengleng Mulat merupakan salah satu dari tujuh bidadari upacara Suralaya, bersama dengan Dewi Supraba, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Warsiki, dan Dewi Wilutama.
Kecantikan Dewi Lengleng Mulat tidak hanya menjadi pujian, tetapi juga menjadi sumber konflik yang dahsyat.
Kisahnya mencatat bahwa kecantikannya memicu sebuah peperangan hebat antara Suralaya dan negara Kasi.
Prabu Hiranyayaksa, raja dari negara Kasi, terpesona oleh kecantikan Dewi Lengleng Mulat dan berkeinginan untuk memperistriinya.
Namun, Bathara Guru menolak permintaannya. Akibatnya, Prabu Hiranyayaksa memutuskan untuk menyerang Suralaya dengan mengerahkan pasukan raksasa yang kuat.
Dalam peperangan yang sengit itu, angkatan perang dewa tidak mampu menghadapi serangan hebat dari pasukan Negara Kasi.
Untuk menyelamatkan Suralaya dari kehancuran, Bathara Narada turun ke arcapada dan meminta bantuan dari Prabu Harjunawijaya, raja dari negara Mataswapati.
Dengan kesaktiannya, Prabu Harjunawijaya berhasil mengalahkan Prabu Hiranyayaksa dan mengusir pasukan raksasa dari Suralaya.
Namun, kisah tragis tidak berakhir di situ. Prabu Hiranyayaksa kemudian bersekutu dengan Prabu Darmawisesa, raja dari negara Widarba, untuk menyerang negara Magada dalam usahanya memperebutkan Dewi Citrawati.
Dalam peperangan tersebut, Prabu Hiranyayaksa tewas dalam pertarungan melawan Bambang Sumantri.
Kisah Dewi Lengleng Mulat menggambarkan bagaimana kecantikan yang luar biasa dapat menjadi sumber konflik dan bahkan tragedi.
Meskipun pujian atas keindahannya menyelimuti, tetapi juga membawa akibat yang tak terduga dan memicu peristiwa-peristiwa yang dramatis dalam pedalangan Jawa.
Dewi Lengleng Mulat menjadi simbol akan kekuatan dan pesona kecantikan yang tak terduga, serta peringatan akan bahayanya jika keindahan hanya dijadikan sebagai alasan untuk tindakan yang kurang bijaksana.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










