Jateng

Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Dewi Lengleng Mulat, Kecantikan yang Menyulut Peperangan

Theo Adi Pratama | 2 Maret 2024, 16:00 WIB
Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Dewi Lengleng Mulat, Kecantikan yang Menyulut Peperangan

AKURAT.CO Sejarah, Dalam pedalangan Jawa, terdapat kisah tentang Dewi Lengleng Mulat, yang juga dikenal dengan nama Dewi Lengleng Mandanu.

Namanya sendiri mengandung arti sebagai "seorang dengan paras muka yang demikian indahnya, hingga pasti akan menarik dan membelenggu tiap perhatian yang diarahkan kepadanya."

Dewi Lengleng Mulat merupakan salah satu dari tujuh bidadari upacara Suralaya, bersama dengan Dewi Supraba, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Warsiki, dan Dewi Wilutama.

Kecantikan Dewi Lengleng Mulat tidak hanya menjadi pujian, tetapi juga menjadi sumber konflik yang dahsyat.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Ditya Mamangmurka, Legenda Patih yang Penuh Tragedi

Kisahnya mencatat bahwa kecantikannya memicu sebuah peperangan hebat antara Suralaya dan negara Kasi.

Prabu Hiranyayaksa, raja dari negara Kasi, terpesona oleh kecantikan Dewi Lengleng Mulat dan berkeinginan untuk memperistriinya.

Namun, Bathara Guru menolak permintaannya. Akibatnya, Prabu Hiranyayaksa memutuskan untuk menyerang Suralaya dengan mengerahkan pasukan raksasa yang kuat.

Dalam peperangan yang sengit itu, angkatan perang dewa tidak mampu menghadapi serangan hebat dari pasukan Negara Kasi.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Resi Manumayasa, Legenda Kebijaksanaan dan Kepahlawanan di Marcapada

Untuk menyelamatkan Suralaya dari kehancuran, Bathara Narada turun ke arcapada dan meminta bantuan dari Prabu Harjunawijaya, raja dari negara Mataswapati.

Dengan kesaktiannya, Prabu Harjunawijaya berhasil mengalahkan Prabu Hiranyayaksa dan mengusir pasukan raksasa dari Suralaya.

Namun, kisah tragis tidak berakhir di situ. Prabu Hiranyayaksa kemudian bersekutu dengan Prabu Darmawisesa, raja dari negara Widarba, untuk menyerang negara Magada dalam usahanya memperebutkan Dewi Citrawati.

Dalam peperangan tersebut, Prabu Hiranyayaksa tewas dalam pertarungan melawan Bambang Sumantri.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Matswapati, Sang Legenda Penguasa Bijaksana dari Astinapura

Kisah Dewi Lengleng Mulat menggambarkan bagaimana kecantikan yang luar biasa dapat menjadi sumber konflik dan bahkan tragedi.

Meskipun pujian atas keindahannya menyelimuti, tetapi juga membawa akibat yang tak terduga dan memicu peristiwa-peristiwa yang dramatis dalam pedalangan Jawa.

Dewi Lengleng Mulat menjadi simbol akan kekuatan dan pesona kecantikan yang tak terduga, serta peringatan akan bahayanya jika keindahan hanya dijadikan sebagai alasan untuk tindakan yang kurang bijaksana.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.