Peninggalan Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Candi Abang, Memperkenalkan Keindahan Candi Bersejarah dari Bata Merah

AKURAT.CO Sejarah, Candi Abang, sebuah situs arkeologi yang menarik, telah menjadi saksi bisu perjalanan waktu di Nederlandsch-Indie, mengungkapkan keagungan bangunan candi yang terbuat dari bata merah.
Situs ini menjadi objek penelitian yang menarik karena menyimpan sisa-sisa struktur bangunan candi yang mempesona.
Keunikan Bata Merah dalam Struktur Candi Abang
Berdasarkan tes pit yang dilakukan, ditemukan bahwa Candi Abang dibangun dengan menggunakan bata merah.
Keberadaan sisa-sisa struktur bangunan candi ini memberikan karakteristik unik, dan itulah yang memberi nama "Candi Abang."
Kata "abang" dalam bahasa lokal memiliki arti merah, merujuk pada bahan utama pembangunan candi, yaitu batu merah atau bata.
Rincian Arsitektur Candi Abang
Hasil tes pit juga mengungkapkan bahwa Candi Abang terdiri dari satu bangunan dengan satu halaman, di mana halaman pertama diperkirakan sebagai halaman utama.
Halaman ini memiliki panjang mencapai 65 meter dan lebar 64 meter, menciptakan ruang yang mengesankan untuk ritual dan kegiatan keagamaan.
Namun, masih banyak yang perlu dipelajari karena penelitian belum dilakukan secara menyeluruh.
Penggalian di bagian tengah runtuhan candi menunjukkan kekosongan informasi, dan upaya untuk menggali lebih dalam belum menghasilkan data yang memadai.
Temuan Bersejarah di Candi Abang
Sebuah laporan bersejarah pada Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie tahun 1915 mengungkapkan temuan menarik di Candi Abang.
Lingga dan arca Buddha ditemukan, menyiratkan keberagaman budaya dan agama yang pernah berakar di tempat ini.
Pada tahun 1932, ditemukan prasasti pendek yang memberikan pertanggalan dengan angka tahun 794 S atau 872 M.
Candi Abang tercatat dalam Rapporten van den Oudheidkundigen Dients in Nederlandsch-Indie tahun 1915, dengan nomor 1303 (Verbeek no. 330).
Penulisan pertama tentang Candi Abang diketahui berasal dari Brumund dalam Indiana II tahun 1854, menciptakan jejak sejarah yang panjang dan berharga.
Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Legomoro Kotagede, Makanan Khas dengan Filosofi yang Mendalam
Tantangan dan Prospek Masa Depan
Meskipun telah memberikan wawasan yang berharga, Candi Abang tetap menyimpan misteri yang belum terpecahkan.
Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkapkan kekayaan sejarah dan kebudayaan yang terkandung di dalamnya.
Dengan harapan bahwa usaha konservasi dan penelitian akan terus dilakukan, Candi Abang dapat terus menjadi destinasi yang memukau dan memberikan pemahaman lebih dalam tentang peradaban masa lalu.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










