Jateng

Peninggalan Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Candi Abang, Memperkenalkan Keindahan Candi Bersejarah dari Bata Merah

Theo Adi Pratama | 24 Januari 2024, 12:00 WIB
Peninggalan Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Candi Abang, Memperkenalkan Keindahan Candi Bersejarah dari Bata Merah

AKURAT.CO Sejarah, Candi Abang, sebuah situs arkeologi yang menarik, telah menjadi saksi bisu perjalanan waktu di Nederlandsch-Indie, mengungkapkan keagungan bangunan candi yang terbuat dari bata merah.

Situs ini menjadi objek penelitian yang menarik karena menyimpan sisa-sisa struktur bangunan candi yang mempesona.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Hari Patriotik 23 Januari 1942, Peringatan Sejarah dan Inspirasi Kemerdekaan Gorontalo

Keunikan Bata Merah dalam Struktur Candi Abang

Berdasarkan tes pit yang dilakukan, ditemukan bahwa Candi Abang dibangun dengan menggunakan bata merah.

Keberadaan sisa-sisa struktur bangunan candi ini memberikan karakteristik unik, dan itulah yang memberi nama "Candi Abang."

Kata "abang" dalam bahasa lokal memiliki arti merah, merujuk pada bahan utama pembangunan candi, yaitu batu merah atau bata.

Rincian Arsitektur Candi Abang

Hasil tes pit juga mengungkapkan bahwa Candi Abang terdiri dari satu bangunan dengan satu halaman, di mana halaman pertama diperkirakan sebagai halaman utama.

Halaman ini memiliki panjang mencapai 65 meter dan lebar 64 meter, menciptakan ruang yang mengesankan untuk ritual dan kegiatan keagamaan.

Namun, masih banyak yang perlu dipelajari karena penelitian belum dilakukan secara menyeluruh.

Penggalian di bagian tengah runtuhan candi menunjukkan kekosongan informasi, dan upaya untuk menggali lebih dalam belum menghasilkan data yang memadai.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Mengenang Tanggal 23 Januari 2024, Perayaan Sejarah dan Keterampilan yang Menginspirasi

Temuan Bersejarah di Candi Abang

Sebuah laporan bersejarah pada Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie tahun 1915 mengungkapkan temuan menarik di Candi Abang.

Lingga dan arca Buddha ditemukan, menyiratkan keberagaman budaya dan agama yang pernah berakar di tempat ini.

Pada tahun 1932, ditemukan prasasti pendek yang memberikan pertanggalan dengan angka tahun 794 S atau 872 M.

Candi Abang tercatat dalam Rapporten van den Oudheidkundigen Dients in Nederlandsch-Indie tahun 1915, dengan nomor 1303 (Verbeek no. 330).

Penulisan pertama tentang Candi Abang diketahui berasal dari Brumund dalam Indiana II tahun 1854, menciptakan jejak sejarah yang panjang dan berharga.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Legomoro Kotagede, Makanan Khas dengan Filosofi yang Mendalam

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Meskipun telah memberikan wawasan yang berharga, Candi Abang tetap menyimpan misteri yang belum terpecahkan.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkapkan kekayaan sejarah dan kebudayaan yang terkandung di dalamnya.

Dengan harapan bahwa usaha konservasi dan penelitian akan terus dilakukan, Candi Abang dapat terus menjadi destinasi yang memukau dan memberikan pemahaman lebih dalam tentang peradaban masa lalu.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.