Kemarau Panjang Harga Garam Demak Turun jadi Seribu, Dinlutkan: Masih di Atas Rata-Rata

AKURAT.CO DEMAK - Harga garam di Kabupaten Demak, Jawa Tengah kini turun jadi Rp 1000 perkilogram setelah sebelumnya sentuh harga tertinggi hingg Rp 5 ribu perkilogram.
Turunnya harga garam di Kabupaten Demak dimulai sejak Agustus 2023 saat produksi garam di Wedung Demak mulai melimpah dampak kemarau panjang.
Baca Juga: Berkah El Nino, Produksi Garam Demak Melimpah Sentuh 59.176.308 Kilogram Sebulan
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Demak, Sulchan mengatakan, turunnya harga garam ditengarai produksi garam yang melimpah.
"Produksi garam cukup meningkat, hanya saja seperti biasanya ketika produksi meningkat tentunya harganya menjadi turun, awal awal tahun harga itu mencapai sekitar Rp 5 ribu perkilogram, itu termasuk rekor, ini sekitar seribu," papar Sulchan.
Baca Juga: Hindari 5 Jenis Makanan Ini Jika Tak Mau Kena Penyakit Diabetes di Usia Muda
Jelasnya, meskipun harga garam di Kabupaten Demak saat ini hanya Rp 1000, namun ia menilai masih di atas harga rata-rata.
"Ini sekitar seribu tapi masih di atas rata-rata, sebelum tahun 2023 produksi melimpah harga hanya sekitar Rp 200 perkilogram," katanya.
Baca Juga: Pandawa Ganjar Optimistis Bisa Raih Suara Anak Muda Bagi Pasangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024
Sulchan membandingkan, pada tahun 2018 dan 2019 produksi garam Demak cukup melimpah dengan nilai produksi 173 ribu ton per tahun. Ia men
"Tahun itu memang produksinya melimpah tapi harganya Rp 180 per kilogram, tahun ini (sebelum kemarau) harga Rp 5000 kare produksinya jarang," terangnya.
Data yang dihimpun dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, nilai produksi garam pada 30 September 2023 sentuh 59.176.308 kilogram. Sedangkan untuk harga garam Rp 1000 perkilogram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










