Mengulas Kembali Semarang Tempo Dulu: Lawang Sewu, Bangunan Bersejarah yang Digunakan Sebagai Perusahaan Kereta Api Belanda

AKURAT.CO, Mengulas kembali salah satu bangunan di Semarang tempo dulu yakni Lawang Sewu yang dulunya adalah perusahaan kereta api Belanda.
Lawang Sewu, sebuah bangunan megah yang menjadi ikon Kota Semarang, Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang yang mencakup masa penjajahan Belanda hingga era kemerdekaan Indonesia.
Bangunan yang indah ini tidak hanya menjadi pusat perusahaan kereta api Belanda, tetapi juga menyaksikan berbagai perubahan dan transformasi sepanjang sejarahnya.
Pada tahun 1904 hingga 1907, Lawang Sewu dibangun sebagai markas utama Netherlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api milik Belanda.
Bangunan ini dirancang dengan arsitektur yang megah dan indah, mencerminkan kemegahan dan kekuatan kolonial Belanda pada masa itu.
Selama masa penjajahan Belanda, Lawang Sewu menjadi pusat kegiatan administratif dan operasional perusahaan kereta api.
Namun, setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, peran Lawang Sewu berubah seiring dengan perubahan politik dan sosial di negeri ini.
Bangunan Lawang Sewu kemudian menjadi Kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), menandai awal dari peran baru dalam sejarah Indonesia yang baru merdeka.
Namun, perubahan tidak berhenti di situ. Seiring bergulirnya waktu, Lawang Sewu juga menjadi Kantor Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.
Namun, kisah Lawang Sewu tidak berakhir di sana.
Seiring dengan semakin berkembangnya industri pariwisata di Indonesia, bangunan megah ini telah dipugar dan diubah menjadi destinasi wisata yang populer di Semarang.
Lawang Sewu kini berfungsi sebagai museum yang memamerkan sejarah dan keindahan arsitektur kolonial Belanda, serta menginspirasi pengunjung dengan cerita-cerita yang terkait dengan masa lalu bangsa Indonesia.
Dengan menjelajahi Lawang Sewu, pengunjung dapat merasakan aura sejarah yang kuat serta menghargai warisan budaya yang berharga bagi bangsa Indonesia.
Sebagai salah satu landmark terkenal di Semarang, Lawang Sewu menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang dan perubahan yang dialami oleh bangsa ini, serta menginspirasi kita semua untuk terus memelihara dan menghargai warisan sejarah yang telah ditinggalkan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










