Kisah Angker Dibalik Keindahan Bukit Diponegoro, Tembalang: Menembus Tabir Misteri di Balik Keakraban Mahasiswa

AKURAT.CO, Tidak banyak yang mengetahui bila Bukit Diponegoro Tembalang ini ternyata memiliki kisah angker.
Bukit Diponegoro, yang berada di Jalan Prof. Sudarto No.13, Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, merupakan destinasi yang akrab bagi mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip).
Namun, di balik kehidupan sehari-hari yang penuh aktivitas akademik, tempat ini juga menyimpan kisah angker yang mungkin tak terduga oleh banyak orang.
Salah satu kisah mencekam berasal dari seorang mahasiswi Undip, yang menceritakan pengalamannya saat hendak menuju Bukit Diponegoro.
"Saat itu saya pergi ke Bukit bersama teman, tiba-tiba ada seorang wanita menyeberang tepat di depan motor saya," ungkap mahasiswa tersebut, mengingat momen yang tak terlupakan.
Tak hanya itu saja, Al, seorang penjaga di pintu masuk Bukit Diponegoro, juga memiliki kisah mengerikan.
Al mengaku pernah diganggu oleh makhluk tak kasat mata saat bertugas.
"Suatu malam, saya sedang berjaga, lalu dari sudut mata saya, saya melihat 3 bola berwarna putih secara vertikal berdiri di samping saya. Ketika saya memperhatikan, mereka langsung menghilang," cerita Al, masih dengan rasa takjub.
Cerita-cerita seram tidak berhenti di situ.
Al menambahkan bahwa ada mahasiswa yang mengklaim memiliki indera keenam, yang melihat sosok hitam besar dan berbulu lebat di pohon dekat tribun pintu masuk.
Semua kisah ini semakin diperkuat oleh pengakuan dari salah seorang tentara yang sedang melakukan latihan malam di area tersebut.
Seorang tentara ini mengatakan pernah melihat bola api terbang, yang dalam mitologi lokal sering disebut sebagai Banaspati, dengan mata kepala sendiri.
Cerita-cerita ini membuka tirai misteri yang menyelimuti Bukit Diponegoro, menjadikannya lebih dari sekadar tempat populer di kalangan mahasiswa.
Tempat ini menjadi sumber cerita-cerita misterius yang terus menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat setempat, menghadirkan keajaiban dan ketakutan di tempat yang seharusnya penuh dengan kehidupan akademis.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










