Sejarah Keagungan Masjid Raya Bandung: Landmark Bersejarah yang Menjadi Penyeimbang Kehidupan Sosial Warga Ibukota Jawa Barat

AKURAT.CO Sejarah, Masjid Raya Bandung tidak hanya menjadi kebanggaan warga Bandung dan sekitarnya, tetapi juga menjadi landmark penting yang menyimbolkan kehidupan bermasyarakat bagi ibukota Jawa Barat.
Bangunan megah ini, yang telah mengalami sejumlah renovasi sepanjang sejarahnya, tidak hanya menampilkan keindahan arsitektur, tetapi juga kaya akan makna historis dan religius.
Sejak didirikan pada tahun 1812, Masjid Raya Bandung telah mengalami beberapa kali perubahan besar.
Awalnya berbentuk bangunan panggung tradisional sederhana, masjid ini kemudian berkembang menjadi struktur berkonstruksi kayu pada tahun 1826.
Di bawah inisiatif Bupati R.A. Wiranatakoesoemah IV pada tahun 1850, bangunan tersebut dirombak menggunakan batu bata dan genting, dilengkapi dengan pagar tembok yang menjadi ciri khas Priangan.
Pada tahun 1900, Masjid Raya diperbarui menjadi lebih representatif, dengan tambahan mihrab, pawestren, bedug, kentongan, dan kolam, meskipun belum memiliki menara.
Namun, pada tahun 1930, arsitek Maclaine Pont merancang penambahan serambi dan sepasang menara pendek yang kemudian menjadi ciri khas masjid.
Perubahan signifikan terjadi pada tahun 1955, di mana atap bergaya Timur Tengah menggantikan struktur tumpang susun tiga yang ada sejak tahun 1850.
Menara pendek dibongkar dan digantikan dengan menara tunggal di halaman depan.
Meskipun mengalami kerusakan akibat faktor alam dan usia, Masjid Raya tetap menjaga keagungannya.
Dua menara kembar setinggi 81 meter kini menjadi ciri khas utama masjid ini.
Meskipun rencana awalnya menara tersebut direncanakan setinggi 99 meter, pembatasan ketinggian akhirnya menetapkan ketinggian pada 81 meter.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Agung Sang Ciptarasa: Warisan Salah Satu Walisongo, Sunan Gunung Jati
Namun, menurut Ir. Gilang Nugroho, site manager, ketinggian sebenarnya mencapai 99 meter jika dihitung dari pondasi setinggi 18 meter.
Masjid Raya Bandung tidak hanya merupakan pusat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga merupakan bagian integral dari sejarah dan budaya Kota Bandung.
Dengan keindahan arsitekturnya yang megah dan makna religius yang mendalam, masjid ini terus menjadi penyeimbang segala aspek kehidupan masyarakat di Jawa Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat








