Serba-Serbi Imlek: Kue Keranjang, Simbol Kemajuan dan Kekeluargaan dalam Perayaan Imlek

AKURAT.CO, Kue keranjang merupakan salah satu makanan yang selalu hadir dalam perayaan Imlek.
Umumnya berbentuk bulat dan dilapisi plastik dengan stiker di atasnya, kue ini memiliki cita rasa manis dan tekstur lengket yang khas.
Terbuat dari campuran tepung ketan, tepung sagu, air, dan gula, kue keranjang biasanya disajikan dalam bentuk kue keranjang goreng, meskipun seiring berjalannya waktu, variasi lain seperti kolak kue keranjang, muffin kue keranjang, dan puding kue keranjang juga mulai populer.
Namun, apa sebenarnya arti dari kue keranjang dalam perayaan Imlek?
Baca Juga: Serba-Serbi Tahun Baru Imlek: Mengungkap Makna Sebenarnya di Balik Ucapan Gong Xi Fat Cai
Simbol Kemajuan dalam Hidup
Kue keranjang, juga dikenal sebagai nian gao, sebenarnya merupakan istilah umum untuk kue yang terbuat dari tepung ketan, dengan rasa manis atau gurih.
Secara harfiah, nian gao berarti "tahun kue" dalam bahasa Mandarin, yang pengucapannya mirip dengan ?? yang berarti "tahun tinggi".
Oleh karena itu, kue keranjang melambangkan kemajuan yang akan datang pada tahun berikutnya, baik itu dalam bentuk kenaikan gaji, peningkatan status sosial, atau pencapaian nilai ujian.
Simbol Kekeluargaan yang Rukun
Selain itu, kue keranjang juga memiliki makna positif dalam hal kekeluargaan. Bentuknya yang bulat melambangkan keluarga yang bersatu, bersekutu, dan rukun.
Rasa manisnya menjadi simbol perlunya sikap dan perkataan yang manis dalam berinteraksi, sementara teksturnya yang lengket bermakna upaya sekuat mungkin agar keluarga tetap terikat dan tidak terpisahkan.
Tradisi menyantap kue keranjang telah ada sejak turun-temurun.
Pada awal Dinasti Liao (907-1125), penduduk Beijing memiliki tradisi memakan kue tersebut pada hari pertama bulan pertama.
Selanjutnya, pada masa Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911), kue keranjang menjadi makanan sehari-hari di China, menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek.
Dalam perayaan Imlek, kue keranjang tidak hanya memuaskan lidah dengan cita rasa manisnya, tetapi juga mengandung makna yang mendalam tentang harapan akan kemajuan dan keharmonisan dalam kehidupan keluarga.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










