Jateng

Sejarah Keagungan Masjid Raya Bandung: Landmark Bersejarah yang Menjadi Penyeimbang Kehidupan Sosial Warga Ibukota Jawa Barat

Theo Adi Pratama | 16 Februari 2024, 10:27 WIB
Sejarah Keagungan Masjid Raya Bandung: Landmark Bersejarah yang Menjadi Penyeimbang Kehidupan Sosial Warga Ibukota Jawa Barat

AKURAT.CO Sejarah, Masjid Raya Bandung tidak hanya menjadi kebanggaan warga Bandung dan sekitarnya, tetapi juga menjadi landmark penting yang menyimbolkan kehidupan bermasyarakat bagi ibukota Jawa Barat.

Bangunan megah ini, yang telah mengalami sejumlah renovasi sepanjang sejarahnya, tidak hanya menampilkan keindahan arsitektur, tetapi juga kaya akan makna historis dan religius.

Sejak didirikan pada tahun 1812, Masjid Raya Bandung telah mengalami beberapa kali perubahan besar.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Malang: Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Malang, Sebuah Sejarah yang Menginspirasi

Awalnya berbentuk bangunan panggung tradisional sederhana, masjid ini kemudian berkembang menjadi struktur berkonstruksi kayu pada tahun 1826.

Di bawah inisiatif Bupati R.A. Wiranatakoesoemah IV pada tahun 1850, bangunan tersebut dirombak menggunakan batu bata dan genting, dilengkapi dengan pagar tembok yang menjadi ciri khas Priangan.

Pada tahun 1900, Masjid Raya diperbarui menjadi lebih representatif, dengan tambahan mihrab, pawestren, bedug, kentongan, dan kolam, meskipun belum memiliki menara.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Gedung Bersejarah di Purworejo : Dari Hollandse Kweekschool hingga SMA Negeri 7 Purworejo

Namun, pada tahun 1930, arsitek Maclaine Pont merancang penambahan serambi dan sepasang menara pendek yang kemudian menjadi ciri khas masjid.

Perubahan signifikan terjadi pada tahun 1955, di mana atap bergaya Timur Tengah menggantikan struktur tumpang susun tiga yang ada sejak tahun 1850.

Menara pendek dibongkar dan digantikan dengan menara tunggal di halaman depan.

Baca Juga: Mengulik Perjalanan Sejarah Masjid Tan Kok Liong: Simbol Kebangkitan Spiritual di Pondok Pesantren At Taibin

Meskipun mengalami kerusakan akibat faktor alam dan usia, Masjid Raya tetap menjaga keagungannya.

Dua menara kembar setinggi 81 meter kini menjadi ciri khas utama masjid ini.

Meskipun rencana awalnya menara tersebut direncanakan setinggi 99 meter, pembatasan ketinggian akhirnya menetapkan ketinggian pada 81 meter.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Agung Sang Ciptarasa: Warisan Salah Satu Walisongo, Sunan Gunung Jati

Namun, menurut Ir. Gilang Nugroho, site manager, ketinggian sebenarnya mencapai 99 meter jika dihitung dari pondasi setinggi 18 meter.

Masjid Raya Bandung tidak hanya merupakan pusat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga merupakan bagian integral dari sejarah dan budaya Kota Bandung.

Dengan keindahan arsitekturnya yang megah dan makna religius yang mendalam, masjid ini terus menjadi penyeimbang segala aspek kehidupan masyarakat di Jawa Barat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.