Mengungkap Misteri dan Riwayat Candi Asu Sengi: Simbol Keagungan dan Kehormatan

AKURAT.CO Misteri, Hanya berjarak 25 kilometer dari keindahan megah Candi Borobudur, terselip sebuah candi mungil yang memiliki pesona tersendiri dan pernah mendapat penghormatan dari raja besar Mataram Kuno.
Namanya adalah Candi Asu Sengi, sebuah tempat suci yang menyimpan sejumlah misteri dan riwayat yang menarik untuk diungkap.
Legenda Dewindani dan Arca Nandini
Candi Asu Sengi terkenal dengan legenda Dewindani, sebuah cerita tentang perempuan yang dikutuk menjadi anjing, yang konon arcanya ditemukan di candi ini.
Namun, dalam pengungkapan yang lebih teliti, arca tersebut sebenarnya adalah arca Nandini yang telah aus dan tidak dikenali lagi.
Meskipun demikian, legenda ini tetap memberikan warna dan kekayaan cerita pada sejarah candi ini.
Riwayat Pembangunan dan Penghormatan Raja
Meskipun tidak memiliki inskripsi tahun pembuatan, prasasti-prasasti yang ditemukan di sekitarnya memberikan petunjuk bahwa Candi Asu Sengi dibangun pada masa Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala.
Salah satu prasasti, Prasasti Kurambitan (869 M), menunjukkan peran Mpu Apus dalam menetapkan wilayah bebas pajak, termasuk pembangunan bangunan suci di Salingsingan, yang kemungkinan besar adalah lokasi Candi Asu Sengi.
Selain itu, Prasasti Salingsingan (880 M) juga memberitakan tentang Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala yang memberikan anugerah payung perak dengan puncak emas untuk "bathara i salingsingan", yang mungkin merujuk pada pendharmaan di Candi Asu Sengi.
Hal ini menunjukkan bahwa candi ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat penghormatan yang penting bagi raja dan kerajaan.
Pembangunan Candi dan Keterkaitannya dengan Kerajaan Mataram Kuno
Dengan keterkaitan antara Candi Asu Sengi dan kerajaan Mataram Kuno, terutama melalui Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala, kami dapat melihat betapa pentingnya peran candi ini dalam konteks sejarah dan kebudayaan Jawa kuno.
Pembangunan candi-candi spektakuler seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan juga merupakan bagian dari lanskap spiritual dan politik yang rumit pada zamannya.
Dengan adanya tambahan informasi tentang dua candi lainnya, yakni Candi Pendem dan Candi Lumbung yang terletak di dekatnya, kita dapat melihat betapa kaya dan beragamnya warisan budaya di kawasan ini.
Baca Juga: Membongkar Sisi Misteri Candi Bratawali: Peninggalan Hindu Kuno yang Menyimpan Sejarah Panjang
Candi Asu Sengi bukan hanya sebuah bangunan bersejarah, tetapi juga sebuah simbol keagungan dan penghormatan dalam sejarah kebudayaan Jawa.
Dengan terus mengungkap cerita dan misteri di baliknya, kita dapat memahami lebih dalam tentang perjalanan spiritual dan politik yang membentuk identitas kita sebagai bangsa.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










