Jateng

Keindahan dan Misteri serta Kisah Mistis yang Menyelimuti Situ Lengkong Panjalu, Ciamis

Theo Adi Pratama | 29 Januari 2024, 09:00 WIB
Keindahan dan Misteri serta Kisah Mistis yang Menyelimuti Situ Lengkong Panjalu, Ciamis

AKURAT.CO Misteri, Ciamis, sebuah daerah yang kaya akan keunikan budaya dan alam, menyimpan sebuah danau yang begitu indah dan penuh makna, yaitu Situ Lengkong Panjalu.

Meskipun dikenal sebagai tempat wisata yang menarik dan religi, di balik keindahan tempat ini, terdapat kisah mistis yang melibatkan dua harimau kembar.

Situ Panjalu, yang terletak di Jalan alternatif dari Kawali, Ciamis menuju Gentong, Tasikmalaya, menawarkan pesona alam yang memukau dengan luasnya mencapai 57.95 hektare.

Bagi wisatawan yang datang dari arah Gentong, cukup berbelok ke pertigaan yang menuju Pesantren Suryalaya dan terus melanjutkan perjalanan hingga sampai ke lokasi.

Baca Juga: Misteri yang Menyelimuti Gunung Kelud: Keindahan Alam dan Legenda Sumpah Lembu Suro

Ketika tiba di danau wisata ini, wisatawan akan disambut dengan hawa sejuk dan pepohonan rindang.

Tempat parkir kendaraan yang luas dan deretan toko souvenir langsung menghadap kepada mereka.

Sebagai pengunjung, untuk dapat berkeliling danau, wisatawan perlu menyewa perahu dengan biaya sekitar Rp125 ribu.

Dengan beramai-ramai naik perahu, biaya dapat dibagi sehingga lebih terjangkau.

Baca Juga: Misteri dan Kejutan di Tanjakan Panganten, Garut: Sebuah Cerita yang Penuh dengan Sikap Waspada

Namun, di balik pesona danau dan kegiatan wisata, terdapat sebuah pulau kecil bernama Cagar Alam Nusa Gede di tengah danau.

Pulau ini menjadi destinasi wisata religi karena menyimpan makam Prabu Hariang Kencana atau Sayyid Ali bin Muhammad bin Umar, seorang Raja Panjalu dan penyebar Islam di Ciamis.

Keunikan pulau ini tak hanya terletak pada makamnya, melainkan juga pada dua patung harimau kembar di gerbang masuk pulau.

Harimau kembar ini, dikenal sebagai Bambang Larang (jantan) dan Bambang Kencana (betina), memiliki kisah mistis yang melibatkan transformasi dari manusia menjadi harimau.

Baca Juga: Misteri dan Keunikan Desa Trunyan: Eksplorasi Kuburan Unik di Bali

Dalam cerita masyarakat setempat, Bambang Larang dan Bambang Kencana dulunya adalah manusia dan cucu kembar dari Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran.

Keduanya pernah berguru kepada orang sakti, namun melanggar aturan guru sehingga berubah menjadi harimau.

Raja Panjalu saat itu merawat dan mengurus kedua harimau ini.

Maung Panjalu, sebutan untuk kedua harimau ini, berjanji untuk menjaga kelestarian alam dan memangsa mereka yang merusak alam.

Baca Juga: Misteri dan Mitos Mak Lampir: Legenda Mistis di Gunung Merapi yang Terus Menghantui Indonesia

Walaupun masyarakat setempat tidak kaget ketika melihat harimau di sekitar Panjalu, banyak yang menganggapnya sebagai hewan buatan.

Namun, keyakinan ini dijadikan sebagai upaya untuk melestarikan alam, terutama sumber mata air di daerah tersebut.

Selain kisah mistis, masyarakat juga meyakini bahwa danau Situ Lengkong Panjalu terbentuk dari tetesan air zam-zam yang dibawa oleh Raja Sanghyang Borosngora, Raja Panjalu pertama yang beragama Islam, dari tanah suci.

Peninggalan sejarah dan budaya Raja Sanghyang Borosngora dapat ditemukan di Museum Bumi Alit yang menyimpan berbagai macam peninggalan, seperti batu penyucian, batu penobatan, menhir, naskah, dan benda-benda bersejarah lainnya.

Dengan keindahan alamnya, kisah mistis yang menyertai, serta warisan sejarah dan budayanya, Situ Lengkong Panjalu di Ciamis menjadi daya tarik yang mengundang peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah untuk menikmati pesona dan keajaiban yang tersembunyi di balik keindahan alam Sulawesi Selatan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.