Perjalanan Gedung Marba: Merahnya Jejak Sejarah yang Masih Tertinggal di Kota Lama Semarang

AKURAT.CO Sejarah, Kota Lama Semarang, dengan pesona sejarahnya, menyajikan Gedung Marba sebagai salah satu ikon tak terlepaskan dari keindahan kawasan ini.
Diapit oleh Gereja Blenduk dan Taman Srigunting, bangunan ini bukan hanya saksi bisu perkembangan masa lalu, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan.
Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Sejumlah Peristiwa dan Perayaan pada Tanggal 9 Januari 2024
Keunikan Bangunan Merah di Jalan Letjen Suprapto
Gedung Marba menjadi daya tarik unik karena menjadi satu-satunya bangunan berwarna merah di sepanjang Jalan Letjen Suprapto, yang dulu dikenal sebagai Heerenstraat.
Berdiri kokoh, gedung ini telah menjadi spot favorit bagi wisatawan yang ingin berfoto atau sekadar menikmati keindahan sejarah yang tersirat dalam merahnya bangunan.
Dari Nama Toko Hingga Gedung Marba
Pada awalnya, pada tahun 1904, gedung ini didirikan sebagai toko oleh Jolink Barend.
Namun, perjalanan panjangnya baru dimulai ketika gedung ini dibeli oleh pengusaha Jerman, Carl Zikel, pada tahun 1910.
Toko kelontong yang menjual barang-barang rumah tangga impor ini menjadi terkenal di kalangan penduduk Eropa kelas menengah ke atas di Semarang.
Baca Juga: Sejarah Kisah Perjalanan T.B. Simatupang: Jenderal Muda yang Berani Berdebat dan Berkritik
Perjalanan Melalui Badai Krisis dan Pergantian Pemilik
Tahun 1930-an membawa tantangan berat, dan toko Zikel tidak luput dari dampak krisis ekonomi.
Toko ini gulung tikar pada tahun 1932, dan gedungnya dijual kepada saudagar kaya asal Yaman, Marta Badjunet.
Sebagai penghormatan pada pemilik baru, gedung ini diberi nama "Marba" yang diambil dari perpaduan nama Marta Badjunet.
Transformasi Fungsi dan Nasib Pasca Kemerdekaan
Setelah melewati berbagai kepemilikan, gedung Marba berfungsi sebagai kantor pelayaran ekspedisi muatan kapal laut.
Setelah Indonesia merdeka, gedung ini beralih kepemilikan dan pengelolaan di bawah perusahaan Pan Indonesia.
Meskipun saat ini tidak dapat diakses oleh wisatawan, gedung ini tetap memancarkan keunikan dengan dinding merah bata yang memikat.
Baca Juga: Jejak Sejarah Saham: Pendirian VOC dan Juga Perkembangan Perusahaan Perdagangan di Belanda
Neo Klasik di Kota Lama Semarang
Gedung Marba menonjol dengan dinding merah bata yang dihiasi lis beton berwarna putih.
Dengan tatanan batu bata tanpa plester, gedung ini memancarkan nuansa neo klasik yang memikat hati setiap pengunjungnya.
Meskipun kita hanya diperbolehkan menjelajahi bagian depannya, keunikan arsitektur bangunan ini memberikan pengalaman tersendiri.
Heritage Kota Lama Semarang
Gedung Marba, bersama dengan bangunan-bangunan kuno lainnya di Kota Lama Semarang, merupakan peninggalan cagar budaya yang telah berusia ratusan tahun.
Kini, nasib mereka tergantung pada bagaimana kita merawat dan menghargainya.
Semoga kita dapat mempertahankan keindahan dan keaslian sejarah yang terkandung dalam bangunan-bangunan bersejarah ini untuk dinikmati oleh generasi mendatang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










