Jateng

Serba Serbi Ramadhan: Tips Melatih Anak Untuk Puasa, Membentuk Kebiasaan Mulia Sejak Usia Dini

Theo Adi Pratama | 11 Maret 2024, 17:47 WIB
Serba Serbi Ramadhan: Tips Melatih Anak Untuk Puasa, Membentuk Kebiasaan Mulia Sejak Usia Dini

AKURAT.CO, Anak-anak memang belum diwajibkan untuk berpuasa seperti halnya orang dewasa.

Namun, melatih kebiasaan berpuasa sejak usia dini dapat menjadi langkah penting agar anak mengenal dan membiasakan diri dengan ibadah yang mulia ini.

Menurut Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., ada beberapa cara yang bisa dipraktikkan oleh orangtua untuk melatih anak berpuasa.

Sebelum memulai proses pelatihan berpuasa, penting untuk memberikan pemahaman yang cukup kepada anak mengenai makna puasa.

Baca Juga: Serba Serbi Ramadhan: Menjaga Kesehatan Ibu Hamil saat Menjalankan Puasa Ramadhan

Novi menekankan bahwa pemahaman ini tidak akan terjadi hanya dengan menasehati atau mendoktrin.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk melatih anak berpuasa:

1. Menjelaskan Manfaat Kesehatan

Selain menjelaskan makna puasa secara agama, orangtua juga dapat menekankan manfaatnya bagi kesehatan anak, baik secara fisik maupun mental.

Penting juga untuk mengajari anak tentang pola makan yang baik selama bulan puasa, seperti memperbanyak cairan saat waktu berbuka dan sahur, serta mengutamakan makanan bergizi.

2. Menyepakati Waktu Berpuasa

Orangtua dapat membuka dialog dengan anak untuk menyepakati waktu berpuasa yang sesuai.

Misalnya, anak bisa berpuasa hingga tengah hari lalu melanjutkannya hingga waktu magrib, atau kesepakatan lainnya.

Buatlah perayaan kecil jika anak berhasil memenuhi kesepakatan tersebut, sehingga anak merasa bahwa momen Ramadhan merupakan tantangan yang menarik untuk dijalani.

Selain itu, ajari anak untuk berbuat kebaikan sederhana seperti bersedekah, sehingga anak juga memahami bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang berbagi dengan sesama.

Baca Juga: Memasuki Bulan Ramadhan, Ketahui Jenis-jenis Puasa serta Pentingnya Puasa dalam Kehidupan Umat Muslim

3. Menanyakan Kesimpulan setelah Berpuasa

Setelah anak mencoba berpuasa, orangtua perlu menanyakan kesan dan pengalaman mereka.

Hal ini memberikan ruang bagi anak untuk merefleksikan pengalamannya, seperti waktu terberat saat berpuasa, perasaan yang mereka alami, dan hal-hal positif yang mereka rasakan.

Dengan demikian, anak akan merasa bahwa berpuasa memberikan makna yang penting bagi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

4. Melatih Secara Bertahap

Yang terpenting adalah melatih anak secara bertahap agar tubuh mereka dapat menyesuaikan diri dengan ibadah puasa.

Jangan memaksa anak untuk berpuasa sepanjang hari atau memaksanya untuk tidak makan dan minum secara tiba-tiba jika mereka belum terbiasa.

Mulailah dengan sesi berpuasa yang singkat dan tingkatkan durasinya secara perlahan.

Baca Juga: Bolehkan Tetap Makan Sahur Saat Adzan Subuh Berkumandang? Bagaimana Hukumnya, Apakah Puasa Kita Batal atau Tidak?

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, orangtua dapat membantu anak membentuk kebiasaan berpuasa yang baik sejak usia dini.

Selain itu, proses melatih anak berpuasa juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan orangtua dan anak serta mempererat ikatan spiritual dalam keluarga.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.