Jateng

10 Cara Melindungi Mata dari Sinar Matahari, Nomor 3 Paling Sering Dilupakan

Theo Adi Pratama | 18 Oktober 2026, 15:39 WIB
10 Cara Melindungi Mata dari Sinar Matahari, Nomor 3 Paling Sering Dilupakan

JATENG.AKURAT.CO, Kita semua tahu matahari bikin kulit terbakar, tapi sadar nggak sih kalau mata juga jadi sasaran empuk? dr. Nina Asrini Noor, Sp.M, dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center, bilang paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi bisa mempercepat munculnya katarak, terutama kalau mata terus-terusan terpapar tanpa perlindungan.

Masalahnya, kebanyakan dari kita belum terbiasa pakai pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan. Padahal, paparan UV bukan cuma datang saat kita berdiri di bawah terik matahari langsung.

“Paparan matahari itu bukan hanya ketika sedang benar-benar di luar, tapi saat sedang menyetir di dalam mobil juga terpapar sama UVA dan UVB,” jelas dr. Nina.

Jadi, buat kamu yang merasa aman karena “kan di dalam mobil ada kaca”, sori, kaca nggak cukup. Sinar UVA dan UVB bisa menembus kaca dan tetap mengenai area mata, apalagi kalau kamu sering berkendara di siang hari.

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Mata Kita?

Biar nggak sekadar tahu “UV berbahaya”, mari kita bedah apa yang terjadi di balik kelopak mata kita.

1. Kerusakan Akut: Photokeratitis (Mata Terbakar Sinar)

Ini kayak “sunburn” di mata. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai photokeratitis—peradangan pada kornea akibat paparan UV berlebih. Gejalanya: mata perih, silau, berair, dan terasa ada yang mengganjal. Biasanya muncul 6–12 jam setelah paparan dan bisa sembuh dalam 24–48 jam, tapi tetap nggak nyaman.

2. Kerusakan Kronis: Katarak

Ini yang paling sering dibahas. Paparan UV dalam jangka panjang bikin protein di lensa mata teroksidasi—mirip putih telur yang dimasak, lama-lama mengeruh. Hasilnya? Katarak. Dan faktanya, pekerja luar ruangan seperti petani, nelayan, dan tukang bangunan punya risiko katarak yang jauh lebih tinggi, bahkan bisa muncul 10 tahun lebih awal dibanding rata-rata orang.

3. Pterigium: Daging Tumbuh di Mata

Pterigium (atau “surfer’s eye”) adalah pertumbuhan jaringan fibrovaskular di konjungtiva yang menjalar ke kornea. Ini sering dialami pekerja luar ruangan. Sebuah studi global menunjukkan pekerja luar ruangan punya risiko pterigium hingga empat kali lipat lebih tinggi.

4. Degenerasi Makula

Ini yang paling ditakuti. Paparan UV kronis juga dikaitkan dengan peningkatan risiko degenerasi makula terkait usia (AMD), yang bisa menyebabkan kehilangan penglihatan sentral.

Data yang Bikin Kita Merenung

Buat kamu yang masih mikir “ah, nanti juga aman”, ini beberapa angka yang mungkin bikin kamu berubah pikiran:

  • 8 juta orang Indonesia mengalami gangguan penglihatan, termasuk 1,6 juta kasus kebutaan, menurut data PERDAMI.

  • Cuaca ekstrem dan paparan UV tinggi disebut-sebut meningkatkan risiko gangguan mata, terutama katarak.

  • Studi global memperkirakan beban katarak akibat UV mencapai 529.242 DALYs (disability-adjusted life years) di seluruh dunia.

Tapi Kok Mata Nggak “Ngerasa” Sakit?

Ini yang bikin jebakan. Mata nggak punya reseptor nyeri yang sensitif seperti kulit. Jadi, meskipun UV sudah merusak perlahan, kita nggak akan langsung merasa terbakar atau perih.

Efeknya baru terasa bertahun-tahun kemudian—saat katarak sudah mengeruh atau penglihatan mulai kabur.

Makanya, dr. Nina mengingatkan bahwa penggunaan kacamata dengan UV filter bisa membantu mengurangi risiko percepatan munculnya katarak, meski tidak sepenuhnya mencegah. Setidaknya, kamu memperlambat prosesnya.

Tips Melindungi Mata dari Radiasi Sinar Matahari

Oke, sekarang bagian yang paling penting. Ini yang bisa kamu lakukan mulai hari ini—tanpa perlu beli alat mahal.

1. Pilih Kacamata dengan Label “UV400” atau “100% UV Protection”

Ini yang paling krusial. Label UV400 berarti lensa mampu memblokir sinar UV hingga panjang gelombang 400 nanometer—mencakup UVA dan UVB. Jangan tergoda kacamata murah tanpa label jelas. Kacamata gelap tanpa perlindungan UV justru lebih berbahaya karena pupil akan melebar dan lebih banyak UV yang masuk ke mata.

2. Pilih Frame Besar atau Model Wrap-Around

Sinar UV nggak cuma datang dari depan. Mereka bisa masuk dari samping dan atas. Jadi, kacamata dengan frame besar atau desain yang membungkus wajah lebih efektif menahan sinar dari berbagai arah.

3. Tambahkan Topi Lebar

Kacamata saja nggak cukup. Padukan dengan topi bertepi lebar atau payung untuk memblokir sinar yang datang dari atas. Kombinasi ini bisa mengurangi paparan UV ke area mata secara signifikan.

4. Pakai Tabir Surya di Area Sekitar Mata

Kulit di sekitar mata juga rentan. Oleskan tabir surya khusus wajah (minimal SPF 30) di area kelopak dan sekitar mata, tapi hati-hati jangan sampai masuk ke mata.

5. Cek Indeks UV Sebelum Keluar

World Health Organization (WHO) menyarankan untuk mulai melindungi mata saat Indeks UV (UVI) mencapai 3 atau lebih. Jadi, sebelum keluar rumah, cek dulu UVI di aplikasi cuaca. Kalau angkanya sudah 3 ke atas, jangan lupa kacamata.

6. Hindari Paparan Pukul 10.00–14.00 WIB

Ini adalah periode dengan intensitas UV-B tertinggi. Kalau memungkinkan, kurangi aktivitas luar ruangan di jam-jam tersebut. Kalau harus keluar, pastikan perlindungan ekstra.

7. Jangan Remehkan Hari Berawan

UV bisa menembus awan. Jadi, meskipun langit mendung, perlindungan mata tetap diperlukan. Kacamata UV400 bukan cuma buat hari terik.

8. Jaga Hidrasi Mata

Cuaca panas bikin mata lebih mudah kering. Minum air yang cukup dan, kalau perlu, gunakan tetes mata lubrikan (tanpa pengawet) untuk menjaga kenyamanan.

9. Untuk Pengendara: Pertimbangkan Lensa Polarized

Lensa polarized membantu mengurangi silau dari pantulan cahaya di jalan atau permukaan air. Tapi ingat, polarized bukan pengganti UV protection. Pastikan lensanya tetap punya label UV400.

10. Ajarkan Anak-Anak Sejak Dini

Lensa mata anak lebih transparan dibanding orang dewasa, sehingga UV lebih mudah masuk. Biasakan anak memakai kacamata hitam berkualitas saat bermain di luar.

Yang Perlu Diwaspadai

Kalau setelah terpapar sinar matahari kamu merasakan mata sangat perih, silau berlebihan, berair terus-menerus, atau penglihatan kabur, jangan diabaikan. Segera kurangi paparan cahaya dan periksakan ke dokter mata.

Dan ingat, katarak akibat UV itu nggak bisa disembuhkan dengan obat tetes atau suplemen. Satu-satunya pengobatan adalah operasi penggantian lensa. Jadi, mencegah jauh lebih baik—dan jauh lebih murah—daripada mengobati.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.