Kulit Berminyak Vs Kering: Sunscreen-nya Beda, Bro, Jangan Asal Comot

JATENG.AKURAT.CO, Kita semua tahu sunscreen itu wajib. Tapi faktanya, banyak dari kita masih asal comot produk yang sedang viral atau diskon, tanpa ngecek apakah formulanya cocok dengan jenis kulit. Akibatnya? Wajah malah tambah berminyak, jerawatan, atau perih karena iritasi.
Dr. Hadley King, dokter spesialis kulit, bilang masalah jerawat saat pakai sunscreen biasanya dipicu oleh penyumbatan pori atau reaksi sensitivitas terhadap bahan kimia. Jadi, sebelum beli, kenali dulu “karakter” kulitmu.
Kenali Dulu: Mineral vs Chemical vs Hybrid
Sebelum masuk ke jenis kulit, ada baiknya paham dulu tiga “kubu” besar sunscreen.
1. Mineral (Physical) Sunscreen
Ini pakai bahan aktif zinc oxide dan titanium dioxide. Cara kerjanya membentuk lapisan fisik di atas kulit untuk memblokir dan memantulkan sinar matahari.
American Academy of Dermatology bahkan lebih menyarankan jenis ini untuk kulit sensitif atau mudah berjerawat.
Keunggulannya: sangat jarang memicu alergi, non-comedogenic (tidak menyumbat pori), dan zinc oxide-nya membantu meredakan peradangan jerawat.
Kekurangannya: teksturnya bisa terasa lebih kental dan berisiko meninggalkan white cast, meski formula terbaru sudah jauh lebih nyaman.
2. Chemical Sunscreen
Menggunakan bahan aktif kimia seperti avobenzone, octinoxate, atau octocrylene. Cara kerjanya menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi panas di dalam kulit.
Keunggulannya: teksturnya ringan, transparan, cepat meresap, dan tidak meninggalkan white cast—cocok banget buat kamu yang males pakai produk terasa berat.
Tapi, beberapa bahan kimia berisiko memicu iritasi pada kulit yang sangat sensitif.
3. Hybrid Sunscreen
Ini jalan tengahnya. Menggabungkan filter mineral dan chemical dalam satu formula. Tujuannya dapat perlindungan maksimal tapi teksturnya tetap nyaman.
Menurut Eva Mulia Clinic, hybrid sering jadi rekomendasi untuk pasien yang ingin perlindungan kuat tapi tidak mau rasa berat seharian.
Tips Memilih Sesuai Jenis Kulit
Nah, sekarang bagian yang paling penting. Ini panduan praktisnya, berdasarkan rekomendasi para dermatolog dan formulasi yang cocok untuk iklim tropis Indonesia.
Kulit Berminyak & Berjerawat
Ciri: Wajah cepat kilap, pori-pori besar, mudah beruntusan atau jerawatan.
Pilih: Chemical atau hybrid sunscreen dengan tekstur gel, fluid, atau gel-to-powder. Cari label oil-free, non-comedogenic, dan matte finish.
Kenapa? Formula ringan tidak menyumbat pori. Dr. Jane Yoo bahkan merekomendasikan Supergoop Unseen Sunscreen SPF 40 yang bertekstur gel-to-powder dengan hasil akhir matte, cocok untuk kulit berminyak yang ingin bebas kilap.
Contoh di pasaran: Azarine Hydrasoothe Gel SPF 45 PA++++ (tekstur gel, bebas oil dan alkohol), atau Avoskin The Great Shield SPF 50 PA++++ (mengandung niacinamide dan centella untuk menenangkan kulit).
Kulit Kering
Ciri: Kulit terasa kencang, kadang mengelupas, dan mudah terasa perih setelah cuci muka.
Pilih: Chemical sunscreen dengan formula yang lebih kaya pelembap. Cari kandungan hyaluronic acid, glycerin, atau panthenol.
Kenapa? Sunscreen yang terlalu “ringan” justru bisa bikin kulit makin kering. Dr. Jane Yoo menyarankan belif The True Cream Aqua Bomb Sunscreen SPF 45 yang berfungsi sebagai pelembap dan sunscreen sekaligus, cocok untuk yang merasa produk SPF biasanya terlalu “ketat”.
Kulit Sensitif & Mudah Kemerahan
Ciri: Mudah perih, merah, atau gatal saat pakai produk baru. Bisa juga punya riwayat eksim atau rosacea.
Pilih: Mineral sunscreen murni (pure mineral) yang fragrance-free dan alcohol-free. Cari juga kandungan menenangkan seperti centella asiatica (cica), allantoin, atau ceramide.
Kenapa? Mineral sunscreen lebih lembut dan tidak menyerap ke dalam kulit, sehingga risiko iritasi jauh lebih kecil. Dr. Jane Yoo merekomendasikan La Roche-Posay Anthelios UV Air SPF 50 untuk kulit reaktif, yang diformulasikan dengan air termal dan niacinamide.
Contoh di pasaran: Somethinc Calm Down Sunscreen (100% mineral, dengan allantoin), atau AXIS-Y Complete No-Stress Physical Sunscreen (mengandung mugwort untuk menenangkan).
Kulit dengan Hiperpigmentasi atau Melasma
Pilih: Mineral sunscreen berwarna (tinted) yang mengandung iron oxide. Kandungan ini membantu memblokir cahaya tampak yang bisa memperparah melasma.
Contoh: Tatcha The Silk Sunscreen SPF 50 yang mengandung iron oxide untuk sedikit menutupi ketidakrataan warna kulit.
Jangan Salah Baca Label: SPF dan PA Itu Beda
Ini yang sering bikin bingung. SPF (Sun Protection Factor) mengukur perlindungan terhadap UVB—sinar yang bikin kulit terbakar. SPF 30 memblokir sekitar 97 persen UVB, SPF 50 sekitar 98 persen.
Sementara UVA—sinar yang bikin penuaan dini dan hiperpigmentasi—butuh perlindungan terpisah. Di Asia, ini ditandai dengan label PA+++ atau PA++++. Semakin banyak tanda plus, semakin tinggi perlindungan UVA-nya.
Untuk penggunaan harian di Indonesia yang panasnya minta ampun, minimal cari SPF 30 PA+++. Tapi kalau kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, SPF 50+ PA++++ lebih aman.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Ini poin yang mungkin bikin kamu sadar selama ini salah kaprah.
1. Pakai terlalu sedikit. Studi menunjukkan kebanyakan orang mengaplikasikan sunscreen jauh lebih sedikit dari yang seharusnya. Untuk wajah dan leher, takarannya sekitar dua ruas jari (sekitar 2 mg/cm²).
2. Tidak reapply. Sunscreen perlu diulang setiap 2–3 jam, terutama kalau kamu berkeringat atau sering terpapar matahari langsung.
3. Mengandalkan SPF tinggi tapi tidak tahan air. Kalau kamu berkeringat atau berenang, cari label water-resistant.
4. Lupa area yang sering terlewat. Telinga, leher belakang, dan kelopak mata juga perlu dilindungi.
Jadi, Mulai dari Mana?
Kalau kamu masih bingung, ini alur sederhananya:
Tentukan jenis kulitmu (berminyak, kering, sensitif, atau kombinasi).
Pilih tipe sunscreen yang sesuai (mineral untuk sensitif, chemical/hybrid untuk berminyak, chemical kaya pelembap untuk kering).
Cek label: minimal SPF 30 PA+++, dan pastikan ada label “broad spectrum” atau “UVA protection”.
Perhatikan tekstur: pilih yang nyaman dipakai, karena sunscreen terbaik adalah yang kamu mau pakai ulang setiap hari.
Dan yang paling penting: jangan tunggu kulitmu “protes” dulu baru sadar sunscreen-nya salah. Karena di cuaca yang makin nggak bersahabat ini, melindungi kulit bukan lagi soal gaya-gayaan—tapi soal kebutuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 7Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat




