Mengungkap Peristiwa Jinshin dalam Sejarah Periode Asuka di Jepang Kuno: Konflik Suksesi yang Berdarah

AKURAT.CO, Peristiwa Jinshin, yang terjadi pada tahun 671-672 Masehi, menjadi momen penting dalam sejarah Periode Asuka di Jepang.
Konflik internal yang hanya berumur pendek namun berdarah ini melibatkan kelas penguasa yang memperdebatkan masalah suksesi takhta setelah kematian Kaisar Tenji.
Kisah Peristiwa Jinshin
Setelah kematian Kaisar Tenji, terjadi pertikaian antara kelas penguasa terkait siapa yang berhak menjadi penerus takhta kerajaan.
Perselisihan ini mencapai puncaknya ketika Kaisar Temmu naik takhta pada tahun 672 Masehi.
Dengan mengambil kesempatan dari konflik tersebut, Kaisar Temmu memangkas keluarga besar kerajaan agar hanya keturunannya dan keturunan istrinya, Jito, yang bisa mengklaim hak atas takhta kerajaan.
Langkah-Langkah Kaisar Temmu
Kaisar Temmu mengambil serangkaian langkah untuk memperkuat kekuasaannya.
Pada tahun 685 Masehi, ia mengangkat para pengikutnya sendiri untuk menduduki posisi kunci dalam birokrasi negara.
Selain itu, ia menciptakan tentara wajib militer dan melarang warga membawa senjata, tindakan yang bertujuan untuk memastikan stabilitas dalam pemerintahannya.
Perubahan Budaya dan Sosial
Selama masa pemerintahannya, Kaisar Temmu juga mengambil langkah untuk meningkatkan tatanan sosial dan budaya Jepang.
Fujiwarakyo dipilih sebagai ibu kota Jepang yang pertama, yang memiliki istana bergaya Tiongkok dan jalanan dengan pola kisi-kisi teratur.
Ini menandai awal dari transformasi arsitektur dan budaya Jepang yang dipengaruhi oleh gaya Tiongkok.
Pengenalan Mata Uang dan Pusat Pemerintahan
Periode Asuka juga mencatat peristiwa penting lainnya, seperti pengenalan mata uang Jepang yang pertama, Waido kaiho, yang diperkenalkan pada tahun 708 Masehi.
Hal ini menandai langkah signifikan dalam perkembangan ekonomi Jepang pada saat itu.
Peristiwa Jinshin merupakan salah satu momen krusial dalam sejarah Jepang kuno, yang tidak hanya mencerminkan pertikaian suksesi di kalangan kelas penguasa, tetapi juga menandai awal dari perubahan sosial, budaya, dan politik yang signifikan di Jepang.
Masa pemerintahan Kaisar Temmu memberikan landasan penting bagi perkembangan Jepang yang lebih lanjut, dan warisan budayanya ternyata masih tetap bertahan di Jepang yang modern.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










