Jateng

Jejak Sejarah Bangunan Tua di Jogja! Dulu Rumah Sakit Belanda, Kini Jadi Kantor yang Simpan Rahasia Arsitektur Indis yang Unik!

Theo Adi Pratama | 7 September 2025, 08:00 WIB
Jejak Sejarah Bangunan Tua di Jogja! Dulu Rumah Sakit Belanda, Kini Jadi Kantor yang Simpan Rahasia Arsitektur Indis yang Unik!

JATENG.AKURAT.CO, Yogyakarta memang kaya akan bangunan bersejarah, dan salah satunya adalah Kantor Bapeljamkesos di Jl. Prof. Dr. Sardjito.

Siapa sangka, bangunan yang kini berfungsi sebagai kantor ini dulunya adalah sebuah rumah sakit yang dibangun di awal abad ke-20.

Terletak di kawasan Jetis yang dulunya merupakan pemukiman elit Belanda, bangunan ini menyimpan keunikan arsitektur Indis yang memadukan gaya Eropa dan tradisional Jawa. Penasaran dengan rahasianya?

Jejak Sejarah di Balik Dinding Kokoh

Meskipun sejarahnya belum diketahui secara pasti, bangunan ini diperkirakan berdiri antara tahun 1920-an hingga 1930-an.

Di masa itu, kawasan Jetis berkembang pesat sebagai kantong pemukiman bagi para pegawai pemerintah, militer, dan guru dari Eropa.

Itulah sebabnya banyak bangunan dengan gaya arsitektur Indis bermunculan.

Setelah ditinggalkan oleh Belanda, bangunan ini beralih fungsi hingga kini digunakan sebagai Kantor Bapeljamkesos.

Keasliannya masih terjaga, dengan beberapa bagian yang masih mempertahankan komponen aslinya, seperti tembok tebal dan lantai beton yang dikenal sebagai tegel.

Ciri Khas Arsitektur Indis yang Menawan

Bangunan ini adalah contoh sempurna dari arsitektur Indis, yang dirancang untuk beradaptasi dengan iklim tropis. Ciri-ciri uniknya meliputi:

  • Halaman Luas dan Teras Terbuka: Dirancang untuk memberikan ruang terbuka yang nyaman.
  • Langit-Langit Tinggi: Memungkinkan sirkulasi udara lebih baik, membuat ruangan terasa sejuk.
  • Jendela dan Pintu Besar: Dilengkapi dengan ventilasi (bouvenlicht) dan kanopi untuk pencahayaan dan udara ekstra.
  • Menara Kecil di Atas Atap: Berfungsi sebagai ventilasi dan pencahayaan tambahan, memberikan sentuhan unik pada bangunan.

Meskipun sudah mengalami beberapa perubahan, seperti penggantian genteng, kaca, dan cat, serta penambahan gerbang dan paving, bangunan ini tetap terawat dengan baik.

Beberapa bagian belakang bahkan telah direnovasi, dan lantai satunya diubah menjadi area parkir.

Bangunan ini bukan hanya sekadar kantor, melainkan warisan budaya yang menunjukkan eksistensi arsitektur Indis di Yogyakarta.

Keberadaannya mengingatkan kita akan sejarah panjang yang membentuk kota ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.