Jateng

Terbongkar! Ternyata Gedung BNI 46 di Yogyakarta Menyimpan Rahasia Sejarah yang Bikin Merinding!

Theo Adi Pratama | 9 September 2025, 15:30 WIB
Terbongkar! Ternyata Gedung BNI 46 di Yogyakarta Menyimpan Rahasia Sejarah yang Bikin Merinding!

JATENG.AKURAT.CO, Saat melintas di Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta, kamu pasti pernah melihat sebuah gedung megah bergaya kolonial yang kini menjadi Gedung BNI 46.

Siapa sangka, di balik kemegahannya, gedung ini menyimpan kisah luar biasa yang mencakup tiga zaman: masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dibangun oleh Arsitek Hebat untuk Perusahaan Asuransi Terbesar

Pada awalnya, gedung ini bukan milik BNI, melainkan kantor dari perusahaan asuransi jiwa kolonial, NILLMIJ (Nederlandsch-Indische Levensverzekeringen en Lijfrente Maatschappij).

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1859 oleh seorang financier ternama, C.F.W. Wiggers van Kerchem.

Gedung yang kokoh dan indah ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels.

Pembangunannya dimulai tahun 1921 dan selesai setahun kemudian.

Gaya arsitekturnya mengusung Art Deco, terlihat dari pilar-pilar tinggi serta pintu dan jendela yang lebar.

Uniknya, dindingnya dihiasi roster yang berfungsi sebagai sirkulasi udara dan pencahayaan, sekaligus mempercantik tampilan bangunan.

Sebagai satu-satunya perusahaan asuransi jiwa di Hindia Belanda, NILLMIJ memonopoli industri tersebut.

Keuntungan besar yang didapat, berkat kedekatan pendirinya dengan pemerintah kolonial, memungkinkan mereka membangun gedung yang begitu megah dan luas.

Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan

Sejarah Gedung BNI 46 tidak berhenti di masa kolonial. Saat Jepang datang, gedung ini diambil alih dan diubah menjadi kantor radio bernama Hoso Kyoku.

Setelah Jepang angkat kaki, gedung ini kembali berfungsi sebagai studio siaran radio MAVRO, yang merupakan cikal bakal Radio Republik Indonesia (RRI) Nusantara II Yogyakarta.

Pada masa-masa kritis perjuangan mempertahankan kemerdekaan, RRI memegang peranan vital.

Dari gedung inilah, RRI Yogyakarta berulang kali menyiarkan berita kecurangan Sekutu.

Siaran yang dianggap merugikan ini membuat Royal Air Force melakukan pengeboman pada 25 dan 27 November 1945.

Gedung ini pun menjadi saksi bisu betapa pentingnya peran media dalam perjuangan kemerdekaan.

Tempat Lahirnya BNI 46

Kisah epik gedung ini mencapai puncaknya pada 5 Juli 1946. Di sinilah Bank Negara Indonesia (BNI) dilahirkan.

Peresmian bank ini dilakukan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta, dengan tujuan untuk melancarkan roda pemerintahan di bidang keuangan dan perekonomian masyarakat.

Jadi, tidak salah jika Gedung BNI 46 ini menjadi salah satu monumen bersejarah bagi BNI.

Dari perusahaan asuransi kolonial, kantor radio Jepang, studio RRI yang dibom, hingga menjadi tempat lahirnya salah satu bank terbesar di Indonesia, Gedung BNI 46 adalah saksi bisu dari setiap babak penting sejarah bangsa ini. Sebuah warisan yang patut kita jaga dan banggakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.