Jateng

Mengungkap Peristiwa Jinshin dalam Sejarah Periode Asuka di Jepang Kuno: Konflik Suksesi yang Berdarah

Theo Adi Pratama | 23 Maret 2024, 04:00 WIB
Mengungkap Peristiwa Jinshin dalam Sejarah Periode Asuka di Jepang Kuno: Konflik Suksesi yang Berdarah

AKURAT.CO, Peristiwa Jinshin, yang terjadi pada tahun 671-672 Masehi, menjadi momen penting dalam sejarah Periode Asuka di Jepang.

Konflik internal yang hanya berumur pendek namun berdarah ini melibatkan kelas penguasa yang memperdebatkan masalah suksesi takhta setelah kematian Kaisar Tenji.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah Wanita Tercantik Pada Zaman Kuno: Lucrezia Borgia, Keindahan yang Mendunia pada Abad Pertengahan

Kisah Peristiwa Jinshin

Setelah kematian Kaisar Tenji, terjadi pertikaian antara kelas penguasa terkait siapa yang berhak menjadi penerus takhta kerajaan.

Perselisihan ini mencapai puncaknya ketika Kaisar Temmu naik takhta pada tahun 672 Masehi.

Dengan mengambil kesempatan dari konflik tersebut, Kaisar Temmu memangkas keluarga besar kerajaan agar hanya keturunannya dan keturunan istrinya, Jito, yang bisa mengklaim hak atas takhta kerajaan.

Langkah-Langkah Kaisar Temmu

Kaisar Temmu mengambil serangkaian langkah untuk memperkuat kekuasaannya.

Pada tahun 685 Masehi, ia mengangkat para pengikutnya sendiri untuk menduduki posisi kunci dalam birokrasi negara.

Selain itu, ia menciptakan tentara wajib militer dan melarang warga membawa senjata, tindakan yang bertujuan untuk memastikan stabilitas dalam pemerintahannya.

Baca Juga: Kisah Sejarah dan Perjuangan Wanita Tercantik Pada Zaman Kuno: Aspasia, Wanita Paling Berpengaruh di Athena Klasik

Perubahan Budaya dan Sosial

Selama masa pemerintahannya, Kaisar Temmu juga mengambil langkah untuk meningkatkan tatanan sosial dan budaya Jepang.

Fujiwarakyo dipilih sebagai ibu kota Jepang yang pertama, yang memiliki istana bergaya Tiongkok dan jalanan dengan pola kisi-kisi teratur.

Ini menandai awal dari transformasi arsitektur dan budaya Jepang yang dipengaruhi oleh gaya Tiongkok.

Pengenalan Mata Uang dan Pusat Pemerintahan

Periode Asuka juga mencatat peristiwa penting lainnya, seperti pengenalan mata uang Jepang yang pertama, Waido kaiho, yang diperkenalkan pada tahun 708 Masehi.

Hal ini menandai langkah signifikan dalam perkembangan ekonomi Jepang pada saat itu.

Baca Juga: Mengungkap Perjalanan Sejarah Wanita Tercantik di Zaman Kuno: Joan of Arc, Keberanian, Kepahlawanan, dan Kecantikan

Peristiwa Jinshin merupakan salah satu momen krusial dalam sejarah Jepang kuno, yang tidak hanya mencerminkan pertikaian suksesi di kalangan kelas penguasa, tetapi juga menandai awal dari perubahan sosial, budaya, dan politik yang signifikan di Jepang.

Masa pemerintahan Kaisar Temmu memberikan landasan penting bagi perkembangan Jepang yang lebih lanjut, dan warisan budayanya ternyata masih tetap bertahan di Jepang yang modern.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.