Jateng

Ini Profil Rizki Juniansyah Peraih Medali Emas Cabor Angkat Besi Kelas Berat 73 kg Olimpiade, Ternyata Sempat Ditawari jadi Pembalap Motor Profesional

Afri Rismoko | 9 Agustus 2024, 08:05 WIB
Ini Profil Rizki Juniansyah Peraih Medali Emas Cabor Angkat Besi Kelas Berat 73 kg Olimpiade, Ternyata Sempat Ditawari jadi Pembalap Motor Profesional

AKURAT.CO,  Rizki Juniansyah, atlet angkat besi kelahiran Serang pada 17 Juni 2003, terus menorehkan prestasi membanggakan bagi Indonesia.

Pada usia 21 tahun, Rizki telah mengukir sejarah dengan meraih rekor dunia dalam kelas berat 73 kg.

Pencapaian terbaru Rizki adalah memecahkan rekor dunia dengan total angkatan 365 kg pada Kejuaraan Dunia di Phuket pada 4 April 2024.

Selain itu, ia juga menetapkan rekor Olimpiade di angkatan clean & jerk dengan berat 199 kg selama Olimpiade Paris 2024 yang berlangsung pada 8 Agustus.

Baca Juga: Medali Emas Debutan Rizki Juniansyah: Kejutan Indonesia di Kelas 73 kg Olimpiade Paris, Dongkrak Posisi Klasemen Indonesia

Rizki, yang memulai karirnya di SEA Games 2021 di Hanoi, telah membuktikan keahliannya dengan meraih medali di berbagai kejuaraan dunia.

Ia meraih dua medali perak dan satu emas di Kejuaraan Dunia 2022 di Bogota, serta tiga medali perak di SEA Games 2023.

Dibesarkan dalam keluarga atlet, ayahnya, Muhammad Yasin, juga merupakan seorang lifter yang mewakili Indonesia di SEA Games dari tahun 1983 hingga 1993.

Keahlian dan semangat yang diturunkan oleh ayahnya tampak jelas dalam setiap penampilan Rizki.

Baca Juga: Kick-off Liga 1 2024, Berikut Jadwal Lengkap Pekan Pertama, PSIS Kontra Persita di Stadion Moch Soebroto

Rizki juga dikenal memiliki hobi berkendara motor dan sempat ditawari menjadi pembalap motor profesional.

Namun, setelah berdiskusi dengan ayahnya, ia memutuskan untuk tetap fokus pada angkat besi.

Rizki Juniansyah dari Indonesia memenangkan kelas berat 73 kg putra dalam angkat besi dengan dominan di South Paris Arena pada Kamis, 8 Agustus, mengangkat 354 kg untuk meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024.

Dia memanfaatkan beberapa kesalahan dari pesaing lain yang berharap medali untuk memenangkan kompetisi dengan keunggulan 8 kg atas peraih medali perak Weeraphon Wichuma dari Thailand, yang mencatatkan total 346 kg.

"Saya senang, bangga, dan sangat terharu memenangkan ini, medali emas pertama saya dan menciptakan sejarah," ujar Juniansyah.

"Terima kasih kepada semua masyarakat Indonesia atas dukungannya, kepada mereka yang menonton di rumah. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaan saya. Anda melihat saya menangis karena ini merupakan pengalaman yang sangat emosional dan indah, dan saya sudah mulai menatap masa depan."

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A