INSTAGRAM PROFIL Adham Makhadmeh Tumah, Wasit Kontroversial Australia vs Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia, Pernah Disemprot Bos Persib Bandung

JATENG.AKURAT.CO, Simak selengkapnya INSTAGRAM PROFIL Kontroversial Adham Mohammad Tumah, Wasit Australia vs Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Pernah Disemprot Bos Persib Bandung
Laga Australia vs Indonesia dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan dipimpin oleh wasit asal Yordania, Adham Makhadmeh Tumah
Nama Adham Makhadmeh Tumah ini bukanlah sosok asing bagi publik sepak bola Indonesia, terutama karena beberapa keputusannya yang dianggap kontroversial di Liga 1 2024/2025.
Biodata Singkat Adham Makhadmeh Tumah
Nama Lengkap: Adham Mohammad Tumah Makhadmeh
Tempat, Tanggal Lahir: Yordania, 13 Februari 1987
Usia: 37 tahun
Lisensi: FIFA sejak 2013
Kompetisi yang Pernah Dipimpin:
Liga 1 Indonesia 2024/2025
Liga Champions Asia
Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia
Olimpiade Tokyo 2020
Liga China
Liga India
Adham Makhadmeh Tumah memang berasal dari Yordania dan sudah cukup berpengalaman dalam memimpin berbagai turnamen besar.
Bukan Sekadar Wasit Asing di Liga 1
Adham Makhadmeh Tumah telah beberapa kali memimpin pertandingan di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, termasuk laga:
- Semen Padang vs Borneo FC
- Barito Putera vs Madura United
- PSS Sleman vs Persik Kediri
- Persib Bandung vs Arema FC
Dalam empat pertandingan tersebut, Adham mengeluarkan total 21 kartu kuning, yang menunjukkan gaya kepemimpinannya yang tegas dan tidak segan memberi hukuman keras.
Namun, keputusan-keputusannya di lapangan juga sempat menuai kontroversi.
Salah satunya ketika ia memimpin laga Persib Bandung vs Arema FC, yang berakhir dengan protes keras dari Umuh Muchtar, manajer Persib.
Umuh bahkan secara terbuka mengkritik Adham dengan menyebutnya tidak tahu aturan, kurang pengalaman, dan memimpin secara asal-asalan.
Memimpin Laga Arab Saudi vs Indonesia
Sebelum ditunjuk untuk laga Australia vs Indonesia, Adham Makhadmeh Tumah juga dipercaya memimpin laga Arab Saudi vs Indonesia pada matchday pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam laga tersebut, Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi dengan skor 1-1.
Adham kembali menunjukkan karakter kerasnya dengan mengeluarkan sejumlah kartu, mengingat pertandingan itu berlangsung dengan tensi tinggi dan banyak duel fisik.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, kala itu meminta para pemainnya tetap fokus dan tidak terpengaruh dengan keputusan wasit, terutama menghadapi gaya permainan keras dan provokatif dari Arab Saudi.
Wasit Berpengalaman dengan Rekam Jejak Keras
Meski baru berusia 37 tahun, Adham Makhadmeh Tumah sudah mengantongi lisensi FIFA sejak 2013.
Ia juga pernah bertugas di kompetisi internasional, termasuk Liga Champions Asia, Liga China, dan Liga India.
Dalam 11 pertandingan yang ia pimpin di level tim nasional, Adham telah mengeluarkan 29 kartu kuning, menunjukkan bahwa ia tidak segan untuk memberi peringatan atau sanksi kepada pemain yang melakukan pelanggaran.
Gaya kepemimpinannya yang tegas bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia dalam laga melawan Australia nanti.
Jika para pemain tidak berhati-hati, hukuman kartu bisa menjadi ancaman serius.
Keberadaan di Media Sosial
Adham Mohammad Tumah Makhadmeh memiliki akun Facebook bernama Adham Makhadmeh.
Namun, untuk akun media sosial lainnya, seperti Instagram, belum ada informasi resmi terkait keberadaannya.
Dengan rekam jejaknya yang kontroversial, laga Australia vs Indonesia di Sydney Football Stadium pada 20 Maret 2025 akan menjadi ujian besar bagi Adham Mohammad Tumah Makhadmeh.
Keputusan-keputusannya akan sangat menentukan jalannya pertandingan, terutama mengingat Australia adalah tim yang agresif dan Indonesia harus bermain disiplin agar bisa meraih hasil positif.
Akankah Adham kembali memicu kontroversi, atau justru memimpin pertandingan dengan adil dan tegas?
Jawabannya akan terlihat di lapangan saat duel panas ini berlangsung.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










