Jateng

Berikut Kronologi Kericuhan Suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman Hingga Berujung Cedera CEO Yoyok Sukawi

Afri Rismoko | 3 Desember 2023, 19:24 WIB
Berikut Kronologi Kericuhan Suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman Hingga Berujung Cedera CEO Yoyok Sukawi

AKURAT.CO,  Kemenangan penting PSIS Semarang atas PSS Sleman di Stadion Jatidiri dengan skor 1-0 pada pertandingan BRI Liga 1 terganggu oleh insiden kerusuhan suporter yang berujung pada cedera kepala CEO PSIS, Yoyok Sukawi.

Gol yang dicetak oleh Carlos Fortes di menit ke-47 sempat memberikan suasana positif bagi PSIS.

Namun, ketegangan meningkat ketika injury time mendekat, suporter PSIS terlibat dalam pertikaian verbal dengan Brigata Curva Sud dari PSS Sleman, yang berakhir dengan salah satu pendukung PSIS turun ke lapangan.

Kericuhan berlanjut dengan beberapa suporter meninggalkan tribun mereka, mengindikasikan kemungkinan bentrokan lebih besar.

Hal ini menyebabkan kecemasan di antara penonton umum, terutama di tribun barat stadion.

Baca Juga: Situasi Memanas di PSIS vs PSS, Yoyok Sukawi CEO PSIS Alami Luka di Bagian Kepala dan Dirawat

Yoyok Sukawi, yang berupaya menenangkan kedua kubu suporter, mengalami cedera kepala setelah diduga terkena lemparan batu.

Ia harus segera menjalani perawatan medis sebagai akibat dari insiden tersebut.

Dalam usahanya menyerukan kedamaian, Sukawi mengingatkan suporter untuk tetap tenang dan menghindari keributan lebih lanjut.

Bantuan juga datang dari pemain dan ofisial tim PSIS yang turun tangan untuk meredakan situasi, termasuk Wahyu Prast, Giovani Numberi, dan Syiha Buddin yang berusaha menenangkan suasana.

Baca Juga: Selebrasi 'Siu' Reynaldi Surya Bawa Persab Brebes Unggul Tipis Atas Sragen United di Babak 12 Besar Liga 3 Jateng

Keadaan akhirnya mereda setelah hujan turun, membantu menenangkan suasana di dalam stadion.

Pertandingan diakhiri dengan kemenangan PSIS Semarang, meski dirusak oleh kejadian yang tidak diinginkan.

PSIS Semarang kini terus berada di posisi atas klasemen BRI Liga 1, sementara PSS Sleman dipaksa untuk memikirkan strategi lanjutan pasca-kekalahan ini.

Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak penyelenggara liga untuk meningkatkan pengamanan dan menghindari terulangnya insiden serupa di masa depan.

Pelatih PSIS, Gilbert Agius menyayangkan kerusuhan di akhir laga. Menurutnya, seharusnya suporter tak perlu terprovokasi karena PSIS sudah menang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A