Jateng

PSIM Tahan Imbang Persib 1-1, Pelatih Van Gastel Soroti Injury Time dan Keunggulan Fisik Lawan

Afri Rismoko | 25 Agustus 2025, 06:41 WIB
PSIM Tahan Imbang Persib 1-1, Pelatih Van Gastel Soroti Injury Time dan Keunggulan Fisik Lawan

JATENG.AKURAT.CO, PSIM Yogyakarta sukses menahan imbang juara bertahan Persib Bandung dengan skor 1-1 dalam lanjutan pekan ke-3 Super League 2025/26 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8).

Laga penuh drama ini diwarnai kegagalan dua tendangan penalti dari tim tamu, yang menjadi sorotan utama pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel.

Laskar Mataram sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Ze Valente pada menit ke-64.

Keunggulan ini berkat pelanggaran yang dilakukan Julio Cesar kepada Nermin Haljeta. Tertinggal, Persib langsung merespons dan mendapat hadiah penalti pertama yang gagal dieksekusi oleh Uilliam Barros.

Baca Juga: Dua Penalti Gagal, Bojan Hodak Kecewa Berat: Persib Hanya Kebobolan Lewat Penalti Lawan PSIM

Drama terjadi di masa injury time. Persib berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui sundulan Patricio Matricardi pada menit ke-90+6.

Maung Bandung bahkan mendapat peluang emas lagi dari titik putih, namun tendangan Marc Klok berhasil dimentahkan secara heroik oleh kiper Cahya Supriadi di detik-detik akhir.

Van Gastel Soroti Durasi dan Fisik

Seusai laga, Van Gastel mengakui bahwa kedua tim pantas mendapatkan satu poin.

"Saya rasa kedua tim pantas mendapatkan satu poin. Tapi saya tidak bisa membayangkan Persib melewatkan dua penalti," ujar pelatih asal Belanda itu.

Meski demikian, Van Gastel menyampaikan kekecewaannya karena timnya harus kebobolan di menit-menit krusial.

Ia secara khusus mengkritik durasi tambahan waktu yang menurutnya terlalu lama.

"Kita punya 10 menit tambahan waktu dan dua penalti dari lawan. Pertandingan juga menurut saya terlalu lama," jelasnya.

Ia juga menyoroti keunggulan fisik pemain Persib di udara, yang menjadi kunci gol penyama kedudukan.

"Di injury time yang terjadi adalah Persib memiliki pemain dengan fisik yang kuat. Banyak pemain asing mereka yang tinggi dan kuat," kata Van Gastel.

Menurutnya, hal itu membuat bola-bola crossing ke kotak penalti sangat berbahaya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A