Program Pompanisasi Jateng Dipercepat, Upaya Wujudkan Visi Jadi Penumpu Pangan Nasional

Akurat.co - Pemerintah Provinsi Jateng akan menggenjot program pompanisasi dan irigasi guna mewujudkan visi misi sebagai penumpu pangan nasional.
"Ini merupakan langkah awal, karena dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah 2025-2045, Jawa Tengah ditetapkan pemerintah pusat sebagai penumpu pangan dan industri nasional," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno di sela rapat koordinasi percepatan pompanisasi dan irigasi perpompaan di Hotel Grasia Semarang, Jum'at 5 Juli 2024.
Apalagi, lanjut Sumarno, produksi beras di Jateng sempat mengalami penurunan akibat dampak El Nino. Sehingga adanya program pompanisasi ini diharapkan mampu mengantisipasi dampak kemarau panjang dan meningkatkan produktivitas pangan.
Baca Juga: Yoyok Sukawi Pantau Langsung Renovasi Stadion Jatidiri: Optimis Selesai Tepat Waktu
Menurut Sumarno, program pompanisasi bukan sekadar memastikan ketersediaan alatnya, tetapi juga memastikan sumber daya airnya. Oleh karenanya, keterlibatan Dinas Pekerjaan Umum dan stakeholder terkait dalam koordinasi manajemen pengelolaan sumber daya air sangat diperlukan.
"Kami berharap dalam rakor ini bisa menghasilkan langkah-langkah untuk mengakselerasi pemanfaatan dari pompanisasi ini," kata dia.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Supriyanto mengatakan, rakor tersebut dalam rangka mengantisipasi kondisi El Nino 2023 - 2024. Selain itu juga untuk mewujudkan ketahanan pangan di tengah kondisi iklim yang ekstrem.
"Kegiatan pompanisasi bertujuan untuk menyediakan air, sehingga bisa mewujudkan perluasan areal tanam. Ini akan intensif dilakukan untuk mengairi lahan pertanian di luar irigasi reguler dengan menggunakan pompa," katanya.
Dijelaskan dia, realisasi penambahan luas areal tanam di Jateng hingga pertengahan Mei 2024 tercatat sebanyak 46.445 hektare. Penambahan luas tanam sebagai bentuk adanya program pompanisasi.
Pada 2024, Provinsi Jateng mendapat alokasi 1.682 irigasi perpompaan di 35 kabupaten/Kota, dan 4.340 unit pompa di 32 kabupaten/kota. Progress pencapaian fisik irigasi perpompaan Jateng tahap pertama per kabupaten sudah mencapai 70 persen.
"Sedangkan pemasangan atau pemanfaatan pompa sebesar 69,7 persen dari 4.340 unit," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









