Puan Maharani Apresiasi Program Ketahanan Pangan Pemkot Semarang yang Diinisiasi Mbak Ita

AKURAT.CO, Ketua DPR RI Puan Maharani melaunching program Kita Tani Muda, sekaligus meresmikan penggilingan padi Rice Mill milik Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kota Semarang di Purwosari, Kecamatan Mijen, Sabtu (13/1/2024).
Kita Tani Muda merupakan gerakan para petani milenial yang terdiri dari Karang Taruna, Kita Wira Muda, dan gerenasi muda Kota Semarang yang ikut dalam program menajaga ketahanan pangan.
Puan mengapresiasi ide gagasan yang dicetuskan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan meluncurkan program Kita Tani Muda dan mengajak kawula muda ikut mendorong ketahanan pangan. Hal ini sebagai upaya untuk memperkuat program ketahanan pangan di Indonesia.
Baca Juga: Mbak Ita: Proses Pembangunan Tanggul Laut di Semarang Capai 62 Persen
"Bicara pangan adalah bagaimana kita terus berinovasi, karena pangan akan sangat penting. Saya sangat mengapresiasi program petani muda, sehingga akan memunculkan wira usaha baru di bidang pertanian," ujar Puan dalam sambutannya di peresmian Rice Mill di Purwosari.
Menurut Puan, ada tiga hal yang sangat penting bagi pangan di Indonesia. Hal pertama yakni mewujudkan pangan yang melimpah.
"Ingat, penduduk Indonesia terdiri dari 270 juta jiwa, dan semua perlu pangan. Jadi produksi pangan harus kita tingkatkan. Syukur-syukur ada kelebihan bisa ekspor," kata Puan.
Baca Juga: Dapat Keluhan Pedagang Tidak Tertib, Mbak Ita Cek Langsung Pasar Genuk
Kedua, lanjut Puan, pentingnya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.
"Sebelum saya datang ke sini, saya tanya kepada Ibu Ita (sapaan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu-red), apakah ada petani-petani muda atau milenial di Kota Semarang. Rupanya banyak. Bahkan ada dua petani muda di Kota Semarang yang penghasilannya lebih dari Rp 20 juta perbulan," lanjutnya.
Puan berharap meski generasi muda saat ini memiliki cita-cita yang tinggi, namun tidak meninggalkan akarnya dengan membangun pertanian dan meneruskan ketahanan pangan di Kota Semarang.
Baca Juga: Mbak Ita Gencarkan Program Pembangunan Kota Semarang di Tahun 2024
Tak hanya menyoroti petani milenial yang ada di Semarang, Politikus Partai PDI Perjuangan ini juga memuji adanya Rice Mill atau penggilingan padi yang ia resmikan.
"Saya dalam perjalanan dari pusat kota ke sini tidak menyangka di tengah-tengah pertanian persawahan, dibangun Rice Mill atau penggilingan di tengah sawah," kata Puan.
Menurutnya, Rice Mill ini inovasi atau loncatan ide yang harus ditiru oleh seluruh kota dan kebupaten di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Tinjau Pasar Tradisional di Wilayah Pinggiran, Mbak Ita Ingin Pastikan Tak Ada Gejolak Harga Pangan
"Saya muter kemana-mana, Rice Mill justru tidak di tengah sawah seperti ini, ada juga yang jauh dari pertaniannya. Sehingga petani itu suka mengeluh karena jauh, dan harus memikirkan ongkos dan sebagainya. Padahal dengan seperti ini akan menyatu dengan petaninya," bebernya.
Dirinya menyebut, Rice Mill ini akan sangat berguna bagi petani. Rice Mill milik Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dan dapat menampung 10 ton gabah kering.
Setiap harinya, BUMP bisa mengolah 5 ton gabah, sedangkan untuk sumber gabah kering, dibeli langsung oleh petani melalui BUMP.
"Saya berharap ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," tutur Puan.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Semarang sebagai Kota Metropolitan namun terus berupaya mendorong pertanian agar bisa maju.
"Kota Semarang masih punya lahan pertanian yang masih luas, yakni 30 ribu meter persegi lahan produktif dan 2000 meter persegi sawah lestari," ujar Mbak Ita, sapan akrabnya dalam sambutan, Sabtu (13/1/2024).
Mbak Ita menyebut jika Rice Mill ini merupakan bantuan dari Komisi IV DPR RI, Kementerian pertanian dan mobil operasional bantuan dari Bank Indonesia.
"Tadi Rice Mill dan mobil operasional bantuan DPR RI sudah diresmikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani langsung. Sehingga kami berharap dengan diresmikannya Rice Mill ini bisa bermanfaat bagi para petani di wilayah sekitar. Saya juga berharap generasi muda bisa meneruskan pertanian dan mendukung ketahanan pangan di Kota Semarang," jelas Mbak Ita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat




