Diluncurkan Era Ganjar Pranowo, BRT Trans Jateng Tetap Jadi Primadona, Penumpang: Murah, Aman dan Nyaman

AKURAT.CO SEMARANG, Bagi masyarakat Jawa Tengah, keberadaan BRT Trans Jateng, seolah menjadi oase di tengah kebutuhan transportasi publik yang aman, murah dan nyaman.
Sejak diluncurkannya BRT Trans Jateng pada 2017 oleh Gubernur Jateng Periode 2013-2023, Ganjar Pranowo, hingga saat ini puluhan juta orang telah menjadi pelanggan BRT.
Berdasarkan data Balai Transportasi Jawa Tengah Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, jumlah penumpang Trans Jateng, dalam enam tahun terakhir ini tercatat mencapai 23.672.113 orang.
Baca Juga: PDIP dan Gerindra Baik-baik Saja Usai Kasus Dugaan Pemukulan Beberapa Waktu Lalu
Tingginya minat masyarakat untuk menggunakan BRT Trans Jateng, tak lepas dari beberapa faktor yang menjadi keunggulannya.
Rasa aman, nyaman dan murah, menjadi tiga hal yang menjadi alasan.
Tarif yang dikenakan untuk naik BRT Trans Jateng cukup terjangkau, sehingga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Baca Juga: Semarjamu Jadi Hiburan Warga Saat Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang
Adapun tarif yang berlaku adalah Rp4.000 untuk umum dan Rp2.000 untuk pelajar, buruh, dan veteran.
Dengan tarif tersebut, penumpang dapat duduk dengan nyaman karena seluruh bus Trans Jateng sudah ber-AC.
Sekaligus aman, karena bus Trans Jateng hanya berhenti di halte atau pemberhentian resmi yang sudah ditetapkan, sekaligus ada petugas yang bertugas didalam bus.
"Sejak ada bus Trans Jateng, saya lebih memilih menaikinya, dibanding menggunakan motor pribadi. Pertama karena lebih murah, kemudian jadwalnya juga bisa dipantau, sehingga memudahkan saya untuk menuju tempat kerja," papar Warni, warga Kendal yang bekerja di wilayah Mangkang Kota Semarang.
Hanya dengan membayar Rp 2 ribu, buruh di salah satu pabrik di kawasan Mangkang Semarang ini, mengaku bisa menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.
"Pulang pergi Rp 4 ribu, coba dibandingkan jika harus naik motor sendiri. Pastinya akan lebih mahal, biaya untuk beli bensin," urainya lagi.
Tak hanya itu, ibu dua anak ini juga mengaku lebih nyaman naik BRT Trans Jateng dibanding naik kendaraan roda dua.
"Lalu lintas Kendal - Semarang ini cukup ramai, banyak kendaran besar seperti truk tronton dan bus, jadi lebih aman jika naik BRT. Selain itu juga nyaman, tidak panas berdebu, dibanding jika naik motor," tandasnya.
Tidak hanya itu, untuk kemudahan calon penumpang, bus Trans Jateng juga sudah menggunakan aplikasi Teman Bus atau Si Anteng.
Baca Juga: Jelang Tahun Politik 2024, PIBSI Komitmen Perkuat Peran Bahasa dan Sastra di Kepemimpinan Nasional
Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui Play Store atau App Store.
Dengan menggunakan aplikasi ini, calon penumpang dapat melihat rute-rute BRT Trans Jateng, jadwal keberangkatan bus, serta informasi terkait fasilitas yang ada.
Aplikasi ini bisa membuat perjalanan menjadi lebih praktis, karena penumpang tahu informasi yang ada, termasuk rute yang disediakan, termasuk saat harus pindah rute.
Fasilitas Pembayaran Non-Tunai
Di era digital Trans Jateng juga menyediakan pembayaran non-tunai atau cashless.
Layanan ini juga untuk mempermudah penumpang, sehingga lebih cepat terlayani.
Ada dua metode pembayaran yang dapat digunakan saat naik BRT Trans Jateng, yaitu menggunakan kartu E-money atau lewat QRIS.
Jika menggunakan kartu E-money, cukup tempelkan kartu tersebut pada mesin pembayaran yang tersedia di dalam bus.
Baca Juga: Ini Rute Perjalanan 7 Koridor Bus Trans Jateng yang Perlu Kamu Ketahui
Selain itu juga ada petugas yang akan membantu melayani penumpang, dalam melakukan pembayaran.
Demikian juga jika menggunakan QRIS.
Cukup pindai QR code yang tertera pada mesin pembayaran di dalam bus, dan pembayaran akan terproses secara otomatis.
Baca Juga: Koridor 7 BRT Trans Jateng Rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri Resmi Beroperasi, Gratis Selama Seminggu
Tidak hanya itu, faslitas di BRT Trans Jateng juga memberikan kenyamanan bagi penumpang penyandang disabilitas.
Salah satunya, bagi Eni Widyastuti.
Sebelum ada BRT Trans Jateng koridor Wonogiri-Sukoharjo-Solo yang diluncurkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Alun-alun Wonogiri, Selasa (8/8/2023) lalu, anggota Forum Difabel Kabupaten Wonogiri tersebut harus naik bus yang tanpa fasilitas ramah disabilitas.
Kini dengan kehadiran BRT Trans Jateng koridor Wonogiri-Sukoharjo-Solo, bagi Eni seolah menjadi oase di tengah gurun pasir.
“Bus Trans Jateng sudah ada akses difabel. Jadi bisa mandiri, mau ke mana, tidak perlu diantar,” kata Eni Widyastuti.
Menurutnya, dulu sebelum ada BRT Trans Jateng, ia harus naik bus biasa yang tanpa fasilitas ramah disabilitas.
Kadang, difabel harus digendong atau ikut berdesakan. Saat turun, kadang ia kesulitan bahkan harus turun ke bawah dengan mengesot.
“Sangat membantu difabel. Kalau dulu kan, difabel kalau mau keluar-keluar (bepergian), enggak ada transportasi yang accessable. Kalau sekarang ada akses, jadi bisa keluar-keluar,” imbuh Eni.
Terpisah, Kepala Balai Transportasi Jawa Tengah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Agung Pramono mengatakan, saat ini ada tujuh koridor BRT. Meliputi Semarang-Bawen, Semarang-Kendal, Purwokerto-Purbalingga, Magelang-Purworejo, Solo-Sragen, Semarang-Grobogan, dan Solo-Wonogiri.
“Trans Jateng mendapat sambutan positif dari masyarakat pengguna transportasi publik, khususnya bagi pelajar dan buruh. Mereka menjadi penumpang terbesar dari semua koridor,” kata Agung.
Dia menunjuk contoh, untuk penumpang pelajar koridor Semarang-Bawen dari tahun 2017- 2023 mencapai 1.156.832 orang, buruh 978.330 orang, serta veteran 2.276 orang.
Demikian juga di koridor Purwokerto-Purbalingga di kurun waktu sama, pelajar 1.065.985 orang, buruh 547.609 orang dan veteran 836 orang.
“Kita tahu, mereka (pelajar dan buruh) kan dalam kategori golongan menengah ke bawah. Kayak pelajar belum punya pendapatan, buruh pabrik yang segmennya pekerja keras, yang gajinya masih rata-rata UMR, sehingga dengan tarif mudah dari Trans Jateng ini sangat membantu," tandasnya.
Disebutkan jika tarif Trans Jateng untuk pelajar, buruh dan veteran hanya Rp2 ribu.
Sementara untuk penumpang umum Rp4 ribu.
Besaran tarif itu, menurut Agung, lebih hemat dibandingkan mereka menggunakan sepeda motor pribadi.
Oleh karenanya, koridor yang ada diharapkan mampu menunjang aktivitas pelajar dan buruh. Termasuk, menunjang kegiatan masyarakat lain, seperti ibu yang ke pasar, atau lainnya.
Demi kelancaran aktivitas masyarakat, pihaknya berharap adanya kerja sama kabupaten/ kota bisa menyediakan feeder biar masyarakat bisa menjangkau sampai pelosok.
Sepengetahuannya, feeder telah berjalan di Kota Semarang, namun di daerah masih berbentuk angkutan umum dan sejenisnya.
Sejauh ini, armada BRT Trans Jateng yang tersedia di masing-masing koridor ada 14 unit.
Kecuali untuk koridor Semarang-Bawen ada 28 unit armada. Koridor Semarang-Bawen termasuk koridor padat penumpang.
“Koridor gemuk (padat penumpang) ya koridor Semarang-Bawen. Saat ramai bisa 100 persen lebih. Saat off peak sekitar 70-80 persen. Di kisaran 85 persen,” sambungnya.
Agung menilai, kehadiran BRT untuk memenuhi keinginan masyarakat akan kebutuhan transportasi.
Pemerintah pun hadir mengusahakan angkutan umum, terutama bagi masyarakat bukan golongan atas, dengan biaya murah.
Selain murah, keberadaan BRT juga mampu mengurangi tingkat pemakaian kendaraan bermotor di jalan raya.
Oleh karena itu, BRT Trans Jateng pun hadir dengan biaya yang murah, tapi tetap memerhatikan kenyamanan.
“Itu juga bisa mengurangi kemacetan, mengurangi kecelakaan, polusi. Itu yang kita harapkan,” pungkas Agung. *
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat








