Jateng

Gotong Royong Peduli Stunting, PHRI Berikan Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil KEK dan Balita Berat Badan Kurang

Arixc Ardana | 17 Januari 2024, 08:35 WIB
Gotong Royong Peduli Stunting, PHRI Berikan Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil KEK dan Balita Berat Badan Kurang

AKURAT.CO SEMARANG, Kesadaran akan pentingnya gizi bagi ibu hamil dan balita dalam upaya pencegahan stunting mendorong PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) untuk melakukan aksi nyata.

Pada Selasa (16/1/2024), di Hotel Aruss Semarang, Jawa Tengah, PHRI memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita berat badan kurang.

Kepala BKKBN, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), mengapresiasi gotong royong yang dilakukan oleh PHRI dan Pemerintah Kota Semarang.

Baca Juga: Sukses Turunkan Angka Stunting Signifikan, Purbalingga Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN

Dalam penjelasannya, Hasto menekankan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) perlu disesuaikan dengan usia bayi, mulai dari di bawah 1 tahun hingga 2 tahun.

Ibu hamil, sebagai salah satu kelompok risiko tinggi, diberikan makanan dengan kandungan protein hewani dan DHA Omega 3, seperti telur dan ikan.

"Dalam menentukan menu makanan tambahan, kita harus memperhatikan kebutuhan gizi untuk mencegah dan menangani stunting. Menu tidak hanya ditentukan dari apa yang tersedia, tetapi disusun berdasarkan kebutuhan yang diperlukan untuk mencegah stunting," ujar Dokter Hasto dalam sebuah virtual meeting.

Pemberian Makanan Tambahan ini diresmikan oleh Walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos, sebagai tindak lanjut dari program CEMPAKA (Cegah Stunting Bersama Pengusaha di Kota Semarang) yang telah dimulai sejak September tahun sebelumnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih.

Maria mengungkapkan bahwa menu yang disajikan oleh PHRI dalam pemberian makanan tambahan sudah memenuhi kebutuhan gizi. Harapannya, program ini dapat membantu menurunkan angka stunting, terutama di Kota Semarang.

"Ada dua jenis protein hewani dalam menu, yang dapat lebih efektif menurunkan stunting jika dikonsumsi bersamaan. Partisipasi masyarakat dan keluarga juga sangat dibutuhkan agar program ini berhasil," tambah Maria.

Sementara, Wali Kota Semarang menekankan bahwa program ini akan melibatkan partisipasi 40 hotel di Kota Semarang, dengan pemberian makanan tambahan yang akan disalurkan melalui puskesmas.

Baca Juga: Tunjang Mobilitas Penyuluh KB di Purbalingga, BKKBN Serahkan Bantuan 32 Unit Motor Kendaraan Operasional

Dari puskesmas, makanan tersebut akan didistribusikan ke kelurahan, di mana Tim Pendamping Keluarga (TPK) akan memastikan pemberian makanan tambahan sampai kepada ibu hamil dan anak-anak berisiko stunting.

"Dengan program ini, kita berharap anak-anak bisa tumbuh dengan baik, ibu-ibu hamil bebas dari KEK dan anemia. Saat ini, tinggal 872 anak yang masih mengalami stunting dan 774 ibu mengalami KEK dan anemia di Kota Semarang," ungkap Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, angka prevalensi stunting di Kota Semarang sebesar 10,4 persen, yang jauh di bawah rata-rata Jawa Tengah dan target nasional 14 persen pada tahun 2024.

Gotong royong ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mengatasi masalah gizi dan stunting di Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.