Jateng

Mengulas Kembali Semarang Tempo Dulu: Lawang Sewu, Bangunan Bersejarah yang Digunakan Sebagai Perusahaan Kereta Api Belanda

Theo Adi Pratama | 8 April 2024, 11:27 WIB
Mengulas Kembali Semarang Tempo Dulu: Lawang Sewu, Bangunan Bersejarah yang Digunakan Sebagai Perusahaan Kereta Api Belanda

AKURAT.CO, Mengulas kembali salah satu bangunan di Semarang tempo dulu yakni Lawang Sewu yang dulunya adalah perusahaan kereta api Belanda.

Lawang Sewu, sebuah bangunan megah yang menjadi ikon Kota Semarang, Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang yang mencakup masa penjajahan Belanda hingga era kemerdekaan Indonesia.

Bangunan yang indah ini tidak hanya menjadi pusat perusahaan kereta api Belanda, tetapi juga menyaksikan berbagai perubahan dan transformasi sepanjang sejarahnya.

Pada tahun 1904 hingga 1907, Lawang Sewu dibangun sebagai markas utama Netherlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api milik Belanda.

Baca Juga: Kisah Angker Dibalik Nama Besar Alas Roban: Kisah Hantu Tanpa Kepala yang Mengganggu Pengendara dan Bus Hantu Alas Roban

Bangunan ini dirancang dengan arsitektur yang megah dan indah, mencerminkan kemegahan dan kekuatan kolonial Belanda pada masa itu.

Selama masa penjajahan Belanda, Lawang Sewu menjadi pusat kegiatan administratif dan operasional perusahaan kereta api.

Namun, setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, peran Lawang Sewu berubah seiring dengan perubahan politik dan sosial di negeri ini.

Bangunan Lawang Sewu kemudian menjadi Kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), menandai awal dari peran baru dalam sejarah Indonesia yang baru merdeka.

Baca Juga: Kisah Angker dan Juga Mitos Mengenai Gelu: Sering Dikaitkan dengan Adanya Pulung Gantung di Gunungkidul

Namun, perubahan tidak berhenti di situ. Seiring bergulirnya waktu, Lawang Sewu juga menjadi Kantor Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.

Namun, kisah Lawang Sewu tidak berakhir di sana.

Seiring dengan semakin berkembangnya industri pariwisata di Indonesia, bangunan megah ini telah dipugar dan diubah menjadi destinasi wisata yang populer di Semarang.

Lawang Sewu kini berfungsi sebagai museum yang memamerkan sejarah dan keindahan arsitektur kolonial Belanda, serta menginspirasi pengunjung dengan cerita-cerita yang terkait dengan masa lalu bangsa Indonesia.

Baca Juga: Kisah Angker Dibalik Keindahan Bukit Diponegoro, Tembalang: Menembus Tabir Misteri di Balik Keakraban Mahasiswa

Dengan menjelajahi Lawang Sewu, pengunjung dapat merasakan aura sejarah yang kuat serta menghargai warisan budaya yang berharga bagi bangsa Indonesia.

Sebagai salah satu landmark terkenal di Semarang, Lawang Sewu menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang dan perubahan yang dialami oleh bangsa ini, serta menginspirasi kita semua untuk terus memelihara dan menghargai warisan sejarah yang telah ditinggalkan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.