Jateng

Peristiwa Sejarah 27 januari: Mengenang Meninggalnya Soeharto, Akhir dari Era Panjang Pemerintahan

Theo Adi Pratama | 27 Januari 2024, 09:54 WIB
Peristiwa Sejarah 27 januari: Mengenang Meninggalnya Soeharto, Akhir dari Era Panjang Pemerintahan

AKURAT.CO Sejarah, Pada tanggal 27 Januari 2008, Indonesia kehilangan salah satu tokoh besar dalam sejarah politiknya, Soeharto, yang menjabat sebagai presiden kedua Republik Indonesia.

Wafat di Jakarta pada usia 86 tahun, Soeharto meninggalkan warisan panjang dan kontroversial dalam pembangunan dan pemerintahan Indonesia.

Awalnya, berita tentang wafatnya Soeharto hanya bersifat desas-desus, karena tokoh yang dikenal sebagai "Bapak Pembangunan" itu telah menjalani perawatan medis yang intensif dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Sejarah Penting yang Diperingati pada Tanggal 27 Januari: Dari Kiprah Museum Rekor Indonesia Hingga Hari Peringatan Holocaust Internasional

Namun, kebenaran berita tersebut semakin terbukti ketika pengamanan di sekitar rumah sakit tempat Soeharto dirawat semakin diperketat, didukung oleh lonjakan jumlah wartawan yang berdatangan.

Ari Sigit, cucu Soeharto dan anak dari Sigit Harjoyudanto, terlihat di sekitar rumah sakit pada pukul 10.00 WIB.

Tak lama kemudian, Moerdiono, mantan Menteri Sekretaris Negara dan orang dekat Soeharto, tiba pada pukul 10.00 WIB, mengonfirmasi bahwa seluruh anggota keluarga sudah berkumpul.

Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Aramba, Keajaiban Alat Musik Nusantara yang Terlupakan

Hadirnya keluarga Soeharto semakin lengkap dengan kedatangan menantu, Halimah, pada pukul 12.35 WIB, bersama anak-anak hasil pernikahannya dengan Bambang Trihatmodjo.

Namun, berita pasti tentang kepergian Soeharto datang dari Kepala Kepolisian Sektor Kebayoran Baru, Komisaris Dicky Sondani, yang mengumumkan kematian Soeharto pada pukul 13.20 WIB.

Soeharto memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade, mulai dari tahun 1967 hingga 1998.

Ia menjabat sebagai Presiden setelah menggantikan Soekarno, mengakhiri periode konfrontasi politik yang panjang.

Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Kesenian: Gendang: Alat Musik Tradisional yang Memukau dari Pelbagai Nusantara

Masa kepemimpinannya ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang pesat, meskipun juga disertai dengan catatan pelanggaran hak asasi manusia dan kritik terhadap kebijakan otoriter.

Pada tahun 1998, tekanan dari protes mahasiswa dan masyarakat memaksa Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden.

Setelah mundur, Soeharto hidup secara relatif terasing dan menghadapi masalah kesehatan serius.

Pada 27 Januari 2008, ia meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta, setelah berjuang melawan sejumlah penyakit, termasuk gagal jantung.

Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Bonang, Keunikan Alat Musik Gamelan Jawa yang Memukau

Pemakamannya diadakan dengan upacara militer dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan internasional.

Meninggalnya Soeharto menandai akhir dari era panjang pemerintahannya dan membuka jalan bagi era baru dalam politik Indonesia.

Meskipun adanya perdebatan mengenai dampak positif dan negatif masa pemerintahan Soeharto, kepergiannya memicu refleksi mendalam terhadap sejarah dan masa lalu Indonesia.

Momen meninggalnya Soeharto menjadi penutup dari sebuah babak penting dalam sejarah politik dan pemerintahan Indonesia, sambil membuka lembaran baru yang penuh tantangan dan potensi perubahan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.