Jateng

Bukan Cuma Saham! Ini Beda Antara Equity Crowdfunding dan Securities Crowdfunding yang Wajib Kamu Tahu!

Theo Adi Pratama | 20 Agustus 2025, 08:43 WIB
Bukan Cuma Saham! Ini Beda Antara Equity Crowdfunding dan Securities Crowdfunding yang Wajib Kamu Tahu!

JATENG.AKURAT.CO, Dunia investasi makin canggih! Kalau dulu investasi di startup hanya bisa dilakukan oleh investor kakap, sekarang kamu pun bisa!

Dua istilah yang lagi nge-hits adalah Equity Crowdfunding (ECF) dan Securities Crowdfunding (SCF).

Meskipun sekilas mirip, keduanya punya perbedaan fundamental yang wajib kamu pahami sebelum ikutan. Yuk, kita bedah tuntas!

Baca Juga: Anti Panik dan Gak FOMO! Ini 8 Tips Jitu Mengelola Emosi Saat Investasi

Mengenal Equity Crowdfunding (ECF)

Equity Crowdfunding (ECF) adalah cara pendanaan di mana kamu sebagai investor bisa membeli saham atau ekuitas dari perusahaan kecil atau startup.

Jadi, dengan uang yang kamu tanam, kamu akan menjadi salah satu pemilik dari perusahaan tersebut.

Kelebihan ECF:

  • Bagi Investor: Kamu punya potensi keuntungan besar jika perusahaan itu sukses dan nilai sahamnya naik tajam. Kamu juga berhak atas dividen jika perusahaan membagikan keuntungan.
  • Bagi Perusahaan: ECF menjadi alternatif pendanaan tanpa harus pinjam ke bank atau ke modal ventura. Perusahaan juga bisa mendapatkan promosi gratis dari para investor yang ikut mempromosikan bisnis karena mereka sudah jadi bagian dari pemilik.

Kekurangan ECF:

  • Bagi Investor: Investasi ini risikonya sangat tinggi. Jika perusahaannya gagal, uangmu bisa hilang. Selain itu, sahamnya tidak likuid, jadi sulit dijual kembali.
  • Bagi Perusahaan: Kamu harus berbagi kepemilikan dengan banyak investor. Prosesnya juga ketat karena diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Pertarungan Raksasa: Bitdeer vs Okalio Mining, Siapa yang Jadi Raja Cloud Mining 2025?

Mengenal Securities Crowdfunding (SCF)

Securities Crowdfunding (SCF) adalah mekanisme yang lebih luas dari ECF.

Di sini, investor bisa membeli berbagai jenis efek, tidak hanya saham!

Selain saham, kamu bisa berinvestasi di obligasi (surat utang) atau sukuk (obligasi syariah) yang diterbitkan oleh perusahaan.

Kelebihan SCF:

  • Bagi Investor: Ada lebih banyak pilihan investasi. Kalau kamu membeli obligasi, kamu akan mendapatkan pendapatan tetap dari bunga atau imbal hasil secara berkala, yang cenderung lebih stabil daripada saham.
  • Bagi Perusahaan: Fleksibilitasnya lebih tinggi. Kalau perusahaan menerbitkan obligasi, mereka tidak harus berbagi kepemilikan. Ini cocok untuk bisnis yang ingin mendapatkan modal tanpa mengurangi kontrol atas perusahaan.

Kekurangan SCF:

  • Bagi Investor: Risikonya tetap ada. Jika perusahaan gagal bayar, kamu bisa kehilangan modal. Efek yang dibeli juga tidak selalu mudah untuk dijual kembali.
  • Bagi Perusahaan: Proses hukum dan regulasi OJK-nya ketat. Jika menerbitkan obligasi, perusahaan harus siap membayar bunga secara rutin.

Baca Juga: Waktunya Ambil Cuan? Ini Panduan Lengkap Cloud Mining di Tahun 2025!

Jadi, Apa Bedanya?

Intinya, ECF itu hanya terbatas pada saham atau ekuitas, sementara SCF bisa mencakup saham, obligasi, dan sukuk. SCF adalah istilah yang lebih luas yang diatur oleh peraturan OJK.

Sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi, pastikan kamu memahami perbedaan ini.

ECF cocok untuk investor yang siap mengambil risiko tinggi demi potensi keuntungan besar dari kepemilikan saham.

Sementara SCF memberikan fleksibilitas lebih dengan pilihan instrumen yang beragam, termasuk efek berbasis utang yang memberikan pendapatan tetap.

Mana yang lebih cocok untukmu?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.