Jangan Sampai Menyesal! Ini Pilihan Krusial Saat Pensiun: Berbisnis atau Investasi?

JATENG.AKURAT.CO, Masa pensiun seringkali jadi momen yang membingungkan, tapi juga penuh peluang.
Setelah puluhan tahun bekerja, tiba-tiba kita punya waktu luang yang melimpah dan dana yang sudah terkumpul.
Pertanyaannya, mau diapakan dana dan waktu ini? Pilihan paling populer adalah antara memulai bisnis atau fokus berinvestasi.
Mana yang paling cocok untuk kamu? Yuk, kita bedah kelebihan dan kekurangannya!
Pilihan Pertama: Berbisnis Setelah Pensiun
Bisnis adalah pilihan yang menjanjikan, apalagi kalau kamu punya banyak ide yang dulu terpendam karena kesibukan kerja.
Potensi penghasilannya tidak terbatas! Sebagai pensiunan, kamu punya modal awal yang kuat: pengalaman, networking, dan dana pensiun.
Namun, jangan lupakan tantangannya: energi yang sudah menurun, sulit mengikuti tren yang cepat berubah, dan kemungkinan tertinggal dalam hal teknologi.
Tapi jangan khawatir, kamu tetap punya potensi untuk sukses! Ingat saja Kolonel Sanders, pendiri KFC, yang sukses di usia senja.
Tips Memilih Bisnis yang Tepat:
- Pilih Bisnis yang Relevan dengan Pengalaman: Jika kamu seorang chef di hotel, buka restoran adalah pilihan logis. Skill dan knowledge yang sudah terasah puluhan tahun adalah modal utama yang tak ternilai.
- Jadikan Hobi sebagai Bisnis: Hobi motor klasik? Coba buka bengkel atau jual beli motor klasik. Ini cara cerdas untuk mendapatkan uang tanpa merasa lelah, karena kamu melakukan hal yang kamu sukai.
- Pilih Bisnis Waralaba (Franchise): Jika kamu merasa kurang memiliki skill atau ide, waralaba bisa jadi solusi. Mereka sudah punya sistem yang teruji dan bimbingan yang jelas, sehingga risiko kegagalan bisa diminimalisir. Saat ini, pilihan waralaba sangat beragam, dari laundry hingga hotel, dengan modal yang bervariasi.
Apapun pilihannya, pastikan keuangan pribadi dan bisnis dipisah agar tidak ada kebingungan. Perencanaan matang adalah kunci utama!
Pilihan Kedua: Berinvestasi Setelah Pensiun
Kalau kamu tidak suka repot mengurus bisnis, investasi adalah pilihan yang lebih pas.
Ada banyak jenis investasi, mulai dari aset riil (properti) hingga aset kertas (saham, reksadana).
Setiap jenis memiliki karakter risiko dan potensi keuntungan yang berbeda.
Sebelum memulai, ada lima hal penting yang harus kamu pertimbangkan:
- Tujuan Investasi: Apa yang ingin kamu capai?
- Time Frame Investasi: Berapa lama kamu akan berinvestasi?
- Risk & Rewards: Seberapa besar risiko yang bisa kamu toleransi?
- Likuiditas: Seberapa cepat dana bisa dicairkan?
- Pajak: Bagaimana implikasi pajaknya?
Tips Berinvestasi dengan Bijak:
- Pilih yang Kamu Pahami: Jangan ikut-ikutan. Jika kamu paham tentang properti, bangun rumah kos atau kontrakan. Jika kamu lebih nyaman dengan saham atau reksadana, silakan. Yang terpenting, kenali potensi dan risikonya.
- Literasi Investasi Sangat Penting: Hindari investasi bodong dan pilihlah instrumen yang kamu mengerti. Pengalaman bekerja bisa jadi dasar yang kuat dalam memilih jenis investasi.
Perencanaan Keuangan adalah Kunci
Apapun pilihanmu, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah perencanaan keuangan. Ada dua hal krusial yang harus kamu siapkan:
- Dana Darurat: Pisahkan dana darurat dari dana pensiun harian dan dana investasi. Dana ini akan sangat berguna jika bisnis atau investasi tidak berjalan sesuai rencana.
- Asuransi Kesehatan: Seiring bertambahnya usia, risiko kesehatan juga meningkat. Pastikan kamu memiliki asuransi kesehatan yang memadai untuk mengantisipasi biaya tak terduga.
Jika semua ini terasa membingungkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan bersertifikasi.
Mereka bisa membantumu merancang strategi bisnis atau investasi yang paling sesuai dengan profilmu.
Ingat, pensiun adalah awal dari babak baru yang harus dijalani dengan percaya diri dan persiapan matang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










