Jateng

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 88 Gelar Pelatihan Pengendoran Otot

Arixc Ardana | 9 Maret 2024, 18:11 WIB
Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 88 Gelar Pelatihan Pengendoran Otot

AKURAT.CO, Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kelompok 88 mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya teknik massage yang benar diselenggarakan di Kelurahan Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Dalam kegiatan tersebut fokus utama pada pelatihan pengendoran otot pada berbagai bagian tubuh.

Pelatihan ini dirancang untuk menarik minat warga Desa Watuagung agar lebih memahami teknik massage yang benar, sehingga mereka dapat mempraktikkannya dengan tepat dan mendapatkan manfaat yang optimal.

Baca Juga: Cegah Dampak Buruk Penggunaan Handphone secara Berlebihan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 63 Gelar Sosialisasi bagi Siswa

"Dengan memahami teknik-teknik massage yang benar, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat kesehatan yang signifikan dan mengintegrasikan praktik massage sebagai bagian dari gaya hidup sehat mereka," papar Ketua KKN UPGRIS Kelompok 88, Ahmad Nur Syamsuddin

Antusiasme warga terhadap pelatihan ini sungguh menggembirakan, menunjukkan bahwa masyarakat sangat berminat untuk mempelajari teknik massage yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kehadiran Ghilman Fattah, seorang instruktur sport massage yang telah berpengalaman dalam bidang ini.

Pengendoran otot, yang umumnya dikenal sebagai massage, merupakan rangkaian sentuhan lembut dengan jari-jari tangan untuk merilekskan otot dan meningkatkan sirkulasi darah.

Dalam konteks sport massage, sentuhan tersebut memberikan rasa aman, nyaman, hangat, dan segar bagi penerima pijatan.

Massage tidak hanya ditujukan untuk relaksasi semata, namun juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan.

Diantaranya memberikan pengaruh positif terhadap kondisi patologis dan postrauma, meningkatkan peredaran darah, menormalkan fungsi organ tubuh, membantu mencegah penyakit dan kelainan dan memperbaiki dan menghilangkan kelelahan.

Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan berbagai teknik massage yang masing-masing memiliki manfaat tersendiri.

Beberapa teknik yang diajarkan antara lain Effleurage (Menggosok), Petrissage (Memijat), Shaking (Menggoncangkan), Tapotement (Memukul) dan Friction (Menggerus)

Selain itu juga ada tekni Walken (Menggosok Melintang Otot), Vibration (Menggetarkan), Skin Rolling (Menggeser Lipatan Kulit) serta Stroking (Mengurut)

"Sebelum memulai massage, penting bagi pemijat untuk memahami posisi yang tepat dan teknik yang sesuai. Pemijatan dimulai dari sebelah kanan, mengikuti aliran peredaran darah, dengan memastikan bahwa klep kapiler darah selalu menghadap ke atas," papar pemateri disela kegiatan.

Diharapkan, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada warga Desa Watuagung tentang teknik massage yang benar, tetapi juga menjadi landasan untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan peduli akan kesejahteraan diri sendiri.

Dengan mempraktikkan teknik-teknik massage yang dipelajari, diharapkan warga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

***

 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.