Cegah Dampak Buruk Penggunaan Handphone secara Berlebihan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 63 Gelar Sosialisasi bagi Siswa

AKURAT.CO, Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Dengan pendidikan yang berkualitas, diharapkan masyarakat dapat berkembang secara merata dan berkelanjutan.
Namun, perubahan zaman dan perkembangan teknologi juga membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, terutama dengan semakin pesatnya penggunaan teknologi, seperti handphone, di kalangan anak-anak dan remaja.
Berdasarkan pengaruh teknologi yang semakin pesat, penggunaan handphone tidak lagi terbatas pada usia tertentu.
Dari anak-anak hingga orang dewasa, semuanya telah menggunakan teknologi tersebut. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan handphone juga membawa dampak baik dan buruk kepada para penggunanya.
Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang baik mengenai cara penggunaan handphone yang benar, terutama di kalangan anak-anak.
Dengan latar belakang tersebut para mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 63 Desa Banyubiru, menggelar sosialisasi mengenai penggunaan handphone yang baik dan benar di SD Banyubiru 03 pada Senin, 26 Februari 2024.
"Kegiatan ini sebagai upaya untuk mengatasi dampak negatif dari penggunaan handphone, acara ini dilaksanakan dalam dua tahap," terang ketua KKN Kelompok 63, Reonaldi Kusuma Nugraha
Dipaparkan, pada tahap pertama, pihaknya memberikan penjelasan kepada para siswa/siswi terkait penggunaan handphone yang baik dan benar.
Hal ini dilakukan dengan metode presentasi menggunakan media Power Point.
"Dalam presentasi ini, kami menyampaikan informasi mengenai dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan handphone yang berlebihan, seperti gangguan tidur, menurunnya konsentrasi belajar, serta potensi terjadinya kecanduan," terangnya.
Pihak juga memberikan tips dan saran mengenai cara penggunaan handphone yang sehat, termasuk batasan waktu penggunaan dan pentingnya mengutamakan interaksi sosial di dunia nyata.
Setelah penyampaian materi, pada tahap dua, pihaknya membuka sesi tanya jawab antara siswa/siswi dengan pemateri.
Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa/siswi untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum mereka pahami terkait penggunaan handphone yang baik dan benar.
"Dengan adanya sesi ini, diharapkan para siswa/siswi dapat lebih memahami pentingnya penggunaan handphone yang sehat dan bertanggung jawab," tandasnya.
Kegiatan sosialisasi ini memberikan solusi bagi siswa yang memiliki kecanduan terhadap handphone.
Dengan adanya pemahaman mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan handphone yang berlebihan, diharapkan siswa dapat mulai berpikir secara kritis dan lebih memanfaatkan handphone hanya untuk hal-hal yang bermanfaat.
Pentingnya peran orang tua juga tidak dapat diabaikan dalam menghadapi dampak dari penggunaan handphone ini.
Anak-anak yang sudah kecanduan gadget sejak kecil akan berdampak pada psikologis mereka, dan pengalaman tersebut dapat terbawa sampai mereka dewasa.
Oleh karena itu, orang tua dituntut untuk lebih kreatif dalam membimbing anak-anak mereka.
Menciptakan inovasi belajar yang atraktif, menyediakan media belajar yang bermanfaat, dan menciptakan lingkungan yang sehat merupakan beberapa langkah yang dapat diambil oleh orang tua untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan handphone.
Selain itu, orang tua juga perlu diedukasi secara mendalam mengenai dampak positif dan negatif penggunaan gadget yang berlebihan, agar mereka dapat memahami potensi risiko yang mungkin dihadapi oleh anak-anak mereka.
Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan oleh penggunaan handphone yang berlebihan.
Secara keseluruhan, penggunaan handphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, penting bagi kita semua untuk menggunakan teknologi ini dengan bijak dan bertanggung jawab.
"Melalui sosialisasi seperti yang kami laksanakan, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya penggunaan handphone yang sehat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, sebagai generasi penerus bangsa yang akan membawa perubahan di masa depan," pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



