Jateng

Sudah Ada Sejak Tahun 1955, Ini 5 Fakta Menarik Nasi Gandul, Kuliner Khas Kota Pati yang Banyak Penggemarnya

Afri Rismoko | 7 Juni 2024, 21:19 WIB
Sudah Ada Sejak Tahun 1955, Ini 5 Fakta Menarik Nasi Gandul, Kuliner Khas Kota Pati yang Banyak Penggemarnya

AKURAT.CO JATENG - Sudah Ada Sejak Tahun 1955, Ini 5 Fakta Menarik Nasi Gandul, Kuliner Khas Kota Pati yang Banyak Penggemarnya. 

Kabupaten Pati merupakan kawasan yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa. Daerah ini terkenal dengan hasil laut yang melimpah.

Meskipun kawasan pesisir, tapi di Kabupaten Pati makanan khas yang terkenal justru olahan nasi dengan daging. Yakni Nasi Gandul.

Baca Juga: Mencicipi Cita Rasa Istimewa Klaten: Rekomendasi 3 Kuliner Khas yang Menggugah Selera

Nasi Gandul menjadi kuliner khas Pati yang juga banyak di jual orang Pati di luar daerah. Tak sulik kok untuk menemui warung Nasi Gandul di luar Pati.

Nah, penasaran gak sih, apa saja fakta unik dibalik terciptanya Nasi Gandul kuliner khas Pati ini. Berikut ulasannya.

  1. Lauk Pelengkap Nasi Gandul

Di Pati, menikmati nasi gandul tak lengkap tanpa adanya tempe goreng yang renyah dan sundukan aneka macam sebagai lauknya. 

Di warung nasi gandul, banyak disediakan beraneka macam lauk yang dijejer di atas meja agar pembeli bisa memilih sendiri. 

Di Pati, telur bacem juga menjadi salah satu pelengkap nasi gandul yang digemari. Ditambah dengan sambal dan kecap, menambah nikmat rasa nasi gandul khas Pati ini.

Baca Juga: 6 Kuliner Khas Kota Pekalongan, Ada Masakan Unik Bernama ‘Pindang Tetel’

  1. Asal Usul Nama Nasi Gandul

Dikutip dari jatengprov.go.id, nama nasi gandul diadopsi dari cara penjual nasi gandul menjajakan dagangan dengan memikulnya di pundak kanan dan kiri sehingga saat berjalan dagangannya akan berayun ayun atau gondal gandul dalam bahasa jawa. 

Hingga kini nama nasi gandul masih melekat pada kuliner tradisional Pati ini meskipun hampir semua penjualnya yang berjualannya magrog atau menempati suatu tempat atau rumah makan. 

  1. Sudah Ada Sejak Tahun 1955

Melansir dari berbagai sumber, Nasi Gandul ini pertama kali dijual oleh seseorang bernama Pak Meled di Pati. 

Dia adalah warga Desa Gajahmati yang pertama kali jualan Nasi Gandul pada tahun 1955.

Usaha Nasi Gandul itu lalu diteruskan oleh menantunya hingga saat ini. Oleh karena itu Desa Gajahmati di Pati dijuluki sebagai Pusat Nasi Gandul.

  1. Warung Nasi Gandul Paling Legend di Pati, Nasi Gandul Romantis Pak Sardi

Di Pati banyak sekali rumah atau warung makam yang menyediakan menu nasi gandul. Namun yang paling terkenal adalah Nasi Gandul Romantis Pak Sardi.

Sudah buka sejak 1978, Nasi Gandul Romantis Pak Sardi tak pernah sepi pembeli, lho. 

Banyak yang mengakui, rasa dari nasi gandulnya tak pernah berubah, masih sama enaknya seperti saat pertama kali buka.

Buka mulai pukul 16.00-22.00, Nasi Gandul Romantis Pak Sardi berlokasi di Panunggulan, Gajahmati, Pati. 

Bila mau mencicipi nasi gandul Pak Sardi, wajib sabar menunggu ya karena hampir setiap hari antriannya cukup banyak. 

Baca Juga: Malang: Kota Apel dengan Hidden Gems Wisata Kuliner serta Cita Rasa yang Selalu Menggugah Selera (Bagian 1)

  1. Cara Penyajian Nasi Gandul yang Unik

Berbeda dari lainnya, nasi gandul punya keunikan tersendiri dalam cara penyajiannya yaitu pedagang akan melapisi piring pembeli dengan daun pisang sebelum diisi makanan.

Selain itu, pembeli juga bisa memilih bagian mana yang akan menjadi isian nasi gandulnya. Ada daging, empal atau jeroan sapi yang sudah dimasak bacem dan bisa dipilih oleh pembeli. 

Setelah dipilih, barulah daging atau jerohannya dipotongkan oleh penjual di atas nasi.

Di warung-warung nasi gandul, akan terlihat gerabah-gerabah berisi kuah khas hidangan Pati ini.

Itulah ulasan 5 Fakta Menarik Nasi Gandul, Kuliner Khas Pati yang Juga Banyak Dijual di Beberapa Daerah di Jawa Tengah. *** 





Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A