Pesona Mistis dan Sejarah Keharmonisan Candi Gedong Songo: Pemandian Belerang dan Legenda Rahwana

AKURAT.CO Sejarah, Candi Gedong Songo, sebuah kawasan wisata sejarah yang terletak di daerah Gunung Ungaran, tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur candi bersejarah.
Di sini, pengunjung juga dapat menikmati pengalaman unik dengan fasilitas pemandian air panas belerang yang diyakini memiliki khasiat penyembuhan.
Pemandian air panas kawah belerang dapat ditemukan sekitar 1 km dari Candi pertama, di antara Candi ketiga dan Candi keempat.
Dengan membayar retribusi masuk sebesar Rp. 5,000, pengunjung dapat menikmati berendam di kolam air panas belerang dengan kedalaman satu sampai satu setengah meter.
Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Situs Jati Ombo Semarang: Tempat Bersejarah yang Butuh Pemulihan
Alternatifnya, tersedia juga kamar mandi dengan air hangat belerang di dalamnya.
Pemandian ini menjadi ramai terutama pada musim liburan, terutama hari Sabtu dan Minggu.
Banyak ibu-ibu atau orang tua yang berkunjung, meyakini bahwa berendam di air panas belerang dapat menjaga keawetan dan membantu penyembuhan berbagai penyakit seperti rematik, asam urat, kolesterol, dan masalah kulit.
Di sekitar pemandian, terdapat kawah belerang aktif yang mengeluarkan gas beraroma belerang.
Suaranya yang keras terdengar hingga ke Candi ketiga dan Candi kedua. Uap belerang dari kawah ini juga terlihat dari Candi ke-4 dan Candi ke-5.
Menariknya, di bawah kawah belerang ini muncul sebuah legenda yang diperkirakan berasal dari cerita Ramayana.
Konon, Prabu Dasamuka atau Raja Rahwana terpendam di bawah kawah belerang ini.
Cerita Ramayana menceritakan bahwa Rahwana menculik Dewi Sinta, dan akhirnya terlibat dalam pertempuran sengit dengan Prabu Rama.
Hanoman, tokoh dari Ramayana, datang membantu Prabu Rama dan berhasil menaklukan Rahwana.
Rahwana dikubur hidup-hidup di dasar gunung, dan masyarakat sekitar mempercayai bahwa kawah belerang di Gunung Ungaran adalah tempat Rahwana terpendam.
Kepercayaan terhadap legenda ini masih kuat di kalangan masyarakat setempat.
Untuk menghormati Rahwana, yang dianggap sebagai simbol kejahatan dan kecenderungan minuman keras, pengunjung dilarang membawa minuman keras ke Gunung Ungaran dan Candi Gedong Songo.
Baca Juga: Perkembangan Gereja Gereformeerd Semarang: Pesona Arsitektur dan Jejak Sejarah di Pusat Kota
Diyakini bahwa melanggar aturan ini dapat membawa bencana bagi masyarakat setempat.
Bahkan, masyarakat meyakini bahwa Rahwana dapat bangkit kembali jika mencium bau tuak atau minuman keras.
Oleh karena itu, larangan membawa minuman keras menjadi aturan yang sangat dipegang teguh di kawasan ini.
Legenda Rahwana dan kebijakan melarang minuman keras menambah nuansa mistis dan keharmonisan di kawasan Candi Gedong Songo, memberikan pengalaman wisata yang unik dan berkesan bagi para pengunjung.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






