Jateng

Sejarah dan Perjalanan Situs Jati Ombo Semarang: Tempat Bersejarah yang Butuh Pemulihan

Theo Adi Pratama | 8 Januari 2024, 16:00 WIB
Sejarah dan Perjalanan Situs Jati Ombo Semarang: Tempat Bersejarah yang Butuh Pemulihan

AKURAT.CO Sejarah, Situs Jati Ombo, sebuah tempat bersejarah di Desa Sodong, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, masih tersembunyi dari sebagian besar warga kota.

Hanya beberapa orang yang mengetahui keberadaan tempat ini, dan mayoritas yang datang ke sini memiliki alasan spiritual atau pencarian penyembuhan.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah: Stasiun-Stasiun Tua di Jakarta yang Masih Bertahan Hingga Sekarang

Keberadaan Situs Jati Ombo

Situs Jati Ombo, lebih tepatnya disebut sebagai petilasan, menjadi tempat penting dalam sejarah Kota Semarang.

Istilah "petilasan" merujuk pada suatu tempat yang pernah disinggahi atau didiami oleh seseorang yang memiliki nilai penting dalam sejarah.

Tempat ini sering dikaitkan dengan Raden Mas Sahid atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

Legenda menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga menebang pohon jati di lokasi ini, dan kayu dari pohon tersebut digunakan untuk membangun Masjid Agung Demak.

Namun, saat ini, Situs Jati Ombo tampak kurang terawat.

Kolam besar yang ada di situs terlihat kotor dan ditumbuhi tumbuhan liar, menciptakan sarang nyamuk.

Di tengah kolam, terdapat joglo dengan atap yang miring hampir roboh. Joglo ini, dulu mungkin digunakan untuk bertapa atau bersemedi, sekarang terlihat terlantar.

Baca Juga: Sejarah Telaga Ngebel Ponorogo: Keajaiban Alam dan Asal Usulnya yang Menarik

Cerita dan Kepercayaan Masyarakat

Masyarakat setempat percaya bahwa situs ini pernah memiliki sumber mata air yang jernih, muncul setelah Sunan Kalijaga menebang pohon jati.

Namun, pembangunan oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menata situs ini malah menyebabkan matinya mata air tersebut.

Sebuah kolam dibangun, berharap dapat menarik pengunjung, namun airnya berasal dari hujan, bukan mata air alami. Saat musim kemarau, kolam ini bisa kering.

Selain cerita tentang Sunan Kalijaga, masyarakat juga mengenalkan kisah Abah Sunan Bintulu dan Nyai Siti Khatijah, yang kini dianggap sebagai penunggu situs.

Cerita tentang bambu kerincing dan keistimewaan mata air juga menjadi bagian dari mitos yang hidup di kalangan masyarakat.

Baca Juga: Perjalanan Sungai Kalimalang: Mengalirkan Sejarah dan Perubahan Kota Bekasi

Pemulihan dan Pelestarian

Diperlukan campur tangan pemerintah daerah untuk merestorasi Situs Jati Ombo.

Upaya pemulihan akan membuat situs ini menjadi tempat edukasi sejarah yang nyaman dan dapat dikunjungi oleh semua kalangan masyarakat.

Lestarikan dan rawatlah Situs Jati Ombo agar tetap menjadi bagian hidup dari sejarah penyebaran agama Islam di Nusantara.

Situs ini bukan hanya sebatas tempat bersejarah, tetapi juga menjadi warisan budaya yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang.

Melalui pemulihan dan pelestarian, Situs Jati Ombo dapat terus menjadi saksi bisu perkembangan sejarah dan spiritualitas di Kota Semarang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.