Perjalanan dan Perkembangan Puri Gedeh Semarang: Keindahan Arsitektur dan Jejak Sejarah yang Tertinggal

AKURAT.CO Sejarah, Puri Gedeh, sebuah bangunan kuno yang menjulang megah di tengah Kota Semarang, menjadi saksi bisu perjalanan waktu sejak dibangun pada tahun 1925 pada masa penjajahan Belanda.
Dirancang oleh arsitek Belanda terkemuka, T.TH. Van Oyen, dan dibangun oleh kontraktor Liem Khoen Hwan (Liem Bwan Tjie), Puri Gedeh menjadi ikon arsitektur dan sejarah Kota Semarang.
Baca Juga: Melacak Jejak Sejarah: Stasiun-Stasiun Bersejarah yang Hadir dan Menghiasi di Jawa Barat
Liem Bwan Tjie: Arsitek Terkenal dari Indonesia
Paling menarik dari Puri Gedeh adalah keterlibatan Liem Bwan Tjie, seorang arsitek Indonesia yang unik.
Liem Bwan Tjie adalah satu-satunya arsitek asal Indonesia yang belajar di Sekolah Teknik Delft di Belanda dan Ecole des Beaux Arts, sekolah seni dan arsitektur terkenal di Eropa pada masa itu.
Keberaniannya membangun Puri Gedeh menandai kontribusi besar dalam dunia arsitektur kolonial Belanda.
Gaya Arsitektur dan Keunikan Bangunan
Bangunan Puri Gedeh memiliki bentuk seperti kapal yang siap melejit, menempatkannya di kawasan Candi Baru yang berkontur perbukitan.
Pondasi batu hitam setengah bangunan memberikan tampilan kokoh dan membuat Puri Gedeh tampak melayang di atas pondasi yang kontras.
Dengan ciri khas dinding pondasi bergaya arsitektur Karsten, Puri Gedeh menjadi monumen yang mencuri perhatian.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Cerita Masa Lalu Melalui Stasiun-Stasiun Tua di DI Yogyakarta
Atap Puri Gedeh membentuk pelana dengan penutup atap berbahan genteng.
Fasad muka bangunan menunjukkan lengkungan dan protrusi ke depan, dihiasi deretan jendela yang mengikuti bentuk lengkung dinding fasad.
Meskipun sebagian jendela telah ditutup permanen sebagai adaptasi fungsi saat ini, bangunan ini tetap memancarkan kemegahan dengan tulisan "Puri Gedeh" yang menggantikan "Helly."
Perjalanan Sejarah Puri Gedeh
Teras lantai bawah Puri Gedeh, semula kecil, diperluas ketika bangunan ini digunakan sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Tengah.
Bangunan ini memiliki ventilasi melimpah dan jendela-jendela besar, menciptakan suasana terang dan terbuka.
Gaya arsitektur Belanda modern membuat Puri Gedeh menjadi ikon utama di Candi Baru Kota Semarang.
Dengan luas bangunan mencapai 6.000 m2, Puri Gedeh saat ini menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Tengah.
Berbagai fasilitas penunjangnya membuatnya menjadi tempat yang layak sebagai tempat kediaman pucuk pimpinan daerah.
Sejak Gurbernur Soepardjo Roestam yang pertama kali menempatinya pada tahun 1974 hingga gurbernur-gurbernur berikutnya, Puri Gedeh terus menjadi saksi bisu perjalanan kepemimpinan di Jawa Tengah.
Baca Juga: Sejarah dan Keindahan Gedung Grahadi: Pusaka Bersejarah di Tepi Kalimas, Surabaya
Arti Nama dan Status Cagar Budaya
Dinamakan Puri Gedeh, "Puri" bermakna istana atau keraton, sementara "Gedeh" memiliki arti besar.
Jadi, Puri Gedeh dapat diartikan sebagai istana besar, sesuai dengan kemegahan dan fungsi bangunan ini.
Terletak di Jl. Gubernur Budiono, Gajahmungkur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Puri Gedeh memiliki status sebagai bangunan cagar budaya dengan nomor registrasi KB001850 dan registrasi CB.1172 SK Penetapan: 646/50/1992 pada tanggal 4 Februari 1992 menurut Sistem Informasi Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang (Si Kenang).
Puri Gedeh Semarang, dengan keanggunan arsitektur dan sejarah yang terkandung di dalamnya, tetap menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi dan dijelajahi oleh para pecinta sejarah dan keindahan bangunan klasik.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 5Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 9Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








