Jateng

Sejarah dan Keindahan Gedung Grahadi: Pusaka Bersejarah di Tepi Kalimas, Surabaya

Theo Adi Pratama | 2 Januari 2024, 07:00 WIB
Sejarah dan Keindahan Gedung Grahadi: Pusaka Bersejarah di Tepi Kalimas, Surabaya

AKURAT.CO Sejarah, Gedung Grahadi, megah berdiri sejak tahun 1795, mengandung sejarah panjang yang mencerminkan perjalanan Surabaya dari masa ke masa.

Gedung yang awalnya menjadi tempat tinggal berbagai tokoh berpengaruh ini, kini telah menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Timur.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang keelokan dan sejarah Gedung Grahadi yang memikat.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Cerita Masa Lalu Melalui Stasiun-Stasiun Tua di DI Yogyakarta

Pembangunan dan Pemilik Awal

Gedung Grahadi dibangun di lahan seluas 16.284 meter persegi di tepi sungai Kalimas.

Awalnya, tanah ini dimiliki oleh seorang Tionghoa yang kemudian dibeli oleh pemerintah dengan ganti rugi sekitar 1,5 sen atau segobang.

Pembangunan gedung dimulai pada tahun 1795 dengan dana sekitar 14.000 ringgit.

Penguasa Jawa Timur: Dirk van Hogendoorp

Dirk van Hogendoorp, seorang penguasa Jawa bagian timur, menjadi penghuni pertama Gedung Grahadi.

Pada tahun 1870, gedung ini beralih fungsi menjadi rumah Residen Surabaya.

Sejak itu, gedung ini menyaksikan banyak perubahan kepemilikan dan fungsi di sepanjang sejarahnya.

Baca Juga: Melacak Jejak Sejarah: Stasiun-Stasiun Bersejarah yang Hadir dan Menghiasi di Jawa Barat

Transformasi dan Renovasi

Pada tahun 1799-1809, Fredrik Jacob Rothenbuhler mendiami Gedung Grahadi.

Pada tahun 1802, arah hadap gedung yang semula menghadap Kalimas di utara, dipindahkan menghadap ke selatan.

Renovasi besar dilakukan pada tahun 1810 di masa pemerintahan Herman William Deandels, mengubah gedung menjadi gaya empire atau Dutch Colonial Villa.

Fungsi Selama Pendudukan Jepang

Selama pendudukan Jepang, Gedung Grahadi bertransformasi menjadi tempat tinggal Gubernur Jepang (Syuuchockan Kakka).

Gedung ini bahkan menjadi lokasi untuk pesta dansa dan sidang Raad Van Justitie (Pengadilan Tinggi).

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah: Stasiun-Stasiun Tua di Jakarta yang Masih Bertahan Hingga Sekarang

Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur

Sejak tahun 1870 hingga sekarang, Gedung Grahadi dijadikan rumah dinas Gubernur Jawa Timur.

Selain itu, para Presiden RI juga sering menjadikan gedung ini sebagai tempat peristirahatan dan singgah saat melakukan kunjungan kerja di Surabaya dan sekitarnya.

Gedung Grahadi bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang Surabaya.

Keindahannya yang tetap terjaga hingga kini membuatnya menjadi salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.