Jateng

Keindahan dan Misteri yang Menyelimuti Gunung Sumbing: Menyingkap Mitos di Puncak Jawa Tengah

Theo Adi Pratama | 2 Desember 2023, 09:00 WIB
Keindahan dan Misteri yang Menyelimuti Gunung Sumbing: Menyingkap Mitos di Puncak Jawa Tengah

AKURAT.CO Misteri, Dahulu kala, ketika kegiatan mendaki gunung belum begitu populer, gunung menjadi tempat sakral yang penuh misteri dan mitos.

Salah satunya adalah Gunung Sumbing, yang terletak di tiga Kabupaten: Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, dengan ketinggian mencapai 3.371 meter di atas permukaan laut.

Bersama dengan Gunung Sindoro, keduanya membentuk kembaran alam seperti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu jika dilihat dari arah Temanggung.

Gunung Sumbing menjadi gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet.

Baca Juga: Misteri dan Pesona Gunung Pancar: Cerita tentang Mitos dan Legenda yang Dibalut dengan Keindahan Alam

Keindahan Alam dan Tantangan di Gunung Sumbing

Lereng Gunung Sumbing tidak hanya dimanfaatkan sebagai ladang pertanian oleh warga sekitar, tetapi juga menjadi tempat wisata yang menarik.

Bagi para pendaki, Gunung Sumbing menawarkan tantangan tersendiri selama perjalanan menuju puncaknya.

Namun, di balik keindahan alamnya yang memukau, Gunung Sumbing menyimpan berbagai mitos dan kisah mistis yang belum banyak diketahui orang.

Baca Juga: Misteri Pos 4 Samarantu Gunung Slamet: Antara Kejadian Nyata atau Gaib yang Menyatu

Asal-Usul Gunung Sumbing

Keberadaan Gunung Sumbing tak lepas dari kisah mistis yang melibatkan Gunung Sindoro sebagai pasangannya yang berdiri megah di sisi utara.

Diceritakan bahwa dahulu kala hiduplah sepasang suami istri yang dikaruniai dua anak dengan kepribadian yang sangat berbeda.

Anak yang nakal dinamakan Sumbing, sementara saudaranya yang baik hati bernama Sindoro.

Kedua karakter ini menciptakan kisah menarik tentang asal-usul Gunung Sumbing.

Baca Juga: Gunung Slamet: 6 Misteri yang Menyelimuti Keindahan Puncak Tertinggi di Jawa Tengah

Dihuni Jin Baik dan Bidadari

Mitos lain yang mengelilingi Gunung Sumbing adalah tentang penghuninya yang diyakini sebagai makhluk halus, khususnya jin baik.

Konon, jin-jin baik ini tidak menyukai pendaki yang melakukan perbuatan maksiat di kawasan gunung.

Bahkan, terdapat kisah bahwa Gunung Sumbing pernah diduga meletus karena maraknya perbuatan maksiat, dan para jin berdoa agar para pendaki diberi azab berupa bencana alam.

Selain itu, Gunung Sumbing juga dianggap sebagai tempat tinggal para bidadari.

Mereka konon menebarkan harum aromanya melalui Bunga Edelweis yang tumbuh di puncak gunung.

Bidadari-bidadari ini menjadi bagian dari keindahan alam Gunung Sumbing yang menjadikannya istimewa.

Baca Juga: Menguak Misteri Alas Purwo: Sejarah dan Kisah Gayatri Rajapatni Sang Penjaga Hutan Tertua di Pulau Jawa

Peradaban Misterius di Kaki Gunung

Di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Ketangi, Magelang, terdapat gua tersembunyi yang dikenal sebagai Omah Watu.

Gua ini memiliki ruangan berukuran 5x6 meter yang hanya dapat diakses melalui celah batu. Di sekitar mulut gua, terdapat batu-batu besar dengan relief dua dimensi yang menggambarkan wayang.

Ruangan dalam gua ini juga memiliki batu yang disusun rapi seperti meja, diduga sebagai altar pemujaan.

Omah Watu menjadi peradaban purba yang belum banyak diteliti dan menyimpan misteri tersendiri.

Baca Juga: Misteri dan Kekayaan Budaya Jawa: Keindahan Alam dan Cerita Mistis yang Menyelimuti Alas Purwo di Banyuwangi

Jalur Purba Bawah Tanah

Warga setempat meyakini bahwa di dalam Gunung Sumbing terdapat jalur purba bawah tanah yang menghubungkannya dengan Puncak Suroloyo di Perbukitan Menoreh.

Sebuah celah di gua Omah Watu diyakini sebagai akses menuju ruangan besar dengan relief dua dimensi.

Meski belum banyak yang berani menjelajah ruangan ini, keyakinan akan adanya jalur purba tersebut terus menjadi bagian dari mitos Gunung Sumbing.

Pantangan dan Larangan Saat Mendaki

Seperti gunung-gunung lain di Indonesia, Gunung Sumbing memiliki sejumlah pantangan dan larangan yang diyakini dapat menjaga keseimbangan alam dan hubungan manusia dengan makhluk halus.

Beberapa larangan tersebut melibatkan larangan berbuat maksiat, mencuri, memetik bunga edelweis, membawa kembang apil, merusak petunjuk jalur, dan berkata kata kotor.

Segala larangan ini ditempuh agar para pendaki dapat mendaki dengan sopan santun dan menghormati lingkungan serta makhluk halus yang diyakini mendiami Gunung Sumbing.

Gunung Sumbing, dengan segala keindahan alam dan kisah mistis yang menyertainya, tetap menjadi daya tarik bagi para pendaki dan pencinta petualangan.

Keberadaannya yang megah, dipadu dengan mitos yang melekat, membuat Gunung Sumbing menjadi destinasi yang unik dan menarik untuk dijelajahi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.