Jateng

Mengenal Sejarah dan Perkembangan Periode Jomon Pada Masa Jepang Kuno: Jejak Awal Terbentuknya Budaya Jepang

Theo Adi Pratama | 23 Maret 2024, 05:00 WIB
Mengenal Sejarah dan Perkembangan Periode Jomon Pada Masa Jepang Kuno: Jejak Awal Terbentuknya Budaya Jepang

AKURAT.CO, Periode Jomon menandai era sejarah paling awal dalam sejarah Jepang, dimulai sekitar tahun 14500 SM dan berakhir sekitar tahun 300 SM, ketika Periode Yayoi dimulai.

Nama "Jomon" ternyata memiliki arti "motif kabel" atau "bermotif," yang juga merujuk pada gaya seni tembikar khas yang berkembang pada zaman ini.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Arya Dandunwacana, Legenda Kesatria Jawa

Kehidupan dalam Periode Jomon

Orang-orang yang mendiami wilayah yang sekarang disebut Jepang tiba pada akhir periode glasial atau Zaman Es.

Mereka kemungkinan besar mengikuti kawanan hewan di atas jembatan darat yang terbentuk selama periode glasial.

Namun, ketika iklim mulai hangat dan jembatan darat lenyap, mereka terisolasi di sebuah pulau.

Dengan kawanan hewan berkurang, orang-orang Jomon mulai berburu dan mengumpulkan makanan, termasuk beruang, ikan, kerang, ketela, dan berbagai jenis buah-buahan dan biji-bijian.

Sekitar tahun 5000 SM, masyarakat Jomon mulai mengembangkan gaya hidup menetap dan membangun desa-desa.

Desa terbesar pada masa itu memiliki luas sekitar 100 hektar dan populasi sekitar 500 orang.

Desa-desa di dekat pantai mengandalkan hasil laut, sementara yang di pedalaman lebih bergantung pada berburu.

Baca Juga: Kisah Sejarah Saigo Takamori: Tokoh yang Menginspirasi Karakter Lord Katsumoto Dalam Film The Last Samurai

Dalam banyak desa, ditemukan struktur batu dan lubang penyimpanan yang diyakini digunakan untuk upacara dan penyimpanan makanan.

Perumahan awal mereka sederhana, tetapi berkembang menjadi rumah lubang yang dibangun di sekitar perapian tengah, mampu menampung hingga lima orang.

Pemukiman berubah tergantung pada perubahan iklim; pada periode dingin, mereka tinggal dekat laut, sementara pada periode hangat, mereka pindah ke pedalaman untuk memanfaatkan sumber daya flora dan fauna.

Perubahan Populasi dan Pertanian

Populasi Jomon mengalami fluktuasi signifikan, dengan pertumbuhan dan penurunan yang mencolok.

Meskipun telah menetap, mereka belum mengenal pertanian padi sampai mendekati akhir periode mereka, sekitar tahun 900 SM.

Padi diperkenalkan dari Korea, bersamaan dengan kemajuan dalam teknik pengolahan logam.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah Pulau Muria: Kondisi Geografis dan Peran Strategisnya Bersama Selat Muria Pada Masa lalu

Periode Jomon menandai awal perjalanan panjang budaya Jepang, yang mencerminkan adaptasi manusia terhadap lingkungan dan perubahan zaman.

Gaya hidup mereka, keahlian mereka dalam seni tembikar, dan evolusi sosial mereka membentuk pondasi bagi peradaban yang akan datang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.