Jateng

Analisis Mendalam: Perjuangan Timnas Indonesia di Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026

Afri Rismoko | 17 November 2023, 09:50 WIB
Analisis Mendalam: Perjuangan Timnas Indonesia di Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026

AKURAT.CO, Simak analisa mendalam dari perjalanan pertama Indonesia di putaran kedua Kualifikasi AFC untuk Piala Dunia FIFA 26

  • Indonesia mengawali perjalanan menuju Piala Dunia FIFA 26 dengan kekalahan

  • Shane Pattynama menjadi satu-satunya pencetak gol Garuda

  • Indonesia akan menghadapi Filipina di Matchday 2 pada 21 November

Setelah berhasil melewati hadangan Brunei Darusalam di putaran pertama Kualifikasi AFC untuk Piala Dunia FIFA 26 dengan mencatatkan selusin gol, Indonesia mengawali perjalanan mereka menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko 2026 dengan kekalahan di laga pembuka pada putaran kedua kualifikasi zona Asia.

Baca Juga: Indonesia Akan Bertanding Melawan Filipina: Misi Kebangkitan Setelah Tertunduk di Basra

Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan harus menderita kekalahan menyakitkan 5-1 dari tuan rumah Irak di depan lebih dari 65.000 penonton yang memadati Basra International Stadium pada Kamis (16/11) malam WIB.

Hal ini membuat langkah Tim Garuda gontai karena menempati posisi buncit di klasemen Grup F.

Kali ini FIFA akan membagikan analisa mendalam dari perjalanan pertama Indonesia di putaran kedua Kualifikasi AFC untuk Piala Dunia FIFA 26.

Baca Juga: Hari Inspiratif di SMA 11 Semarang Bersama PSIS

Demam Panggung

Sebelum laga leg kedua putaran pertama Kualifikasi AFC untuk Piala Dunia FIFA 26 melawan Brunei di Bandar Seri Begawan, timnas Indonesia tercatat hanya sekali melakukan perjalanan tandang sepanjang 2023.

Itu pun sudah terjadi cukup lama, 9 Januari 2023 saat dikalahkan Vietnam 2-0 di laga leg kedua semi final Piala AFF 2022 di Hanoi.

Tak sepadan pula membandingkan laga di Bandar Seri Begawan dengan pertandingan di Basra semalam sebab jumlah penonton yang hadir berkali-kali lipat lebih banyak.

Maka tak salah jika salah satu faktor kekalahan Garuda semalam adalah akibat demam panggung karena sudah lama tidak merasakan atmosfer kompetitif saat bertandang.

Kurangnya Konsentrasi dan Kekompakkan

Efek dari demam panggung yang dirasakan Asnawi Mangkualam dkk. mulai terlihat di atas lapangan sejak peluit sepak-mula dibunyikan. Harus diakui, dua gol pertama yang dibuat pasukan Usood al-Rafidayn alias Sang Singa dari Mesopotamia tak ubahnya hadiah dari Sang Garuda.

Kurangnya konsentrasi dan kekompakkan, terlebih di lini belakang, terlihat saat Marc Klok dan Asnawi Mangkualam hampir bertabrakan sebelum Bashar Rasan mencuri bola di menit ke-20 untuk membuka keunggulan tuan rumah.

Lima menit berselang giliran Jordi Amat yang melakukan kesalahan dengan menceploskan bola ke gawang sendiri akibat salah mengantisipasi umpan yang dikirimkan ke kotak penalti Indonesia.

Baca Juga: Pertarungan Sengit di Gelora Bung Tomo: Timnas Indonesia U-17 Ubah Strategi Hadapi Maroko

Momen Indah bagi Pattynama

Namun, Indonesia bukan tanpa peluang di laga tersebut. Sejumlah pemain tampil ngotot sepanjang laga, termasuk Shayne Pattynama yang diturunkan sejak menit pertama untuk mengawal sisi kiri pertahanan Garuda yang biasanya diisi oleh Pratama Arhan.

Ia menjadi satu-satunya pencetak gol Garuda di laga semalam tepatnya sebelum jeda antarbabak.

Gol pemain Viking FK ini adalah gol debutnya bersama Indonesia dari empat kali penampilannya. Pattynama menunjukkan kemampuan ofensif dan defensif yang sama baiknya di pertandingan kali ini, sebab rata-rata gol yang tercipta ke gawang Nadeo Argawinata berasal dari sisi kanan pertahanan Indonesia.

Hal itu menandakan betapa bek kelahiran Lelystad tersebut susah ditembus anak asuh Jesús Casas.

Selain Shayne Pattynama, talenta muda Youssef Amyn juga berbahagia karena mampu mencetak gol debutnya di pertandingan internasional pertamanya bersama Irak.

Eksperimen yang Kurang Berhasil

Shin Tae-yong sedang mencoba melakukan eksperimen dengan susunan sebelas pertama yang diturunkan di Basra semalam. Berbeda dengan formasi 4-4-2 yang digunakan di dua leg melawan Brunei di putaran pertama, juru latih asal Korea Selatan itu kali ini menurunkan formasi 5-3-2 untuk mengantisipasi gempuran tuan rumah.

Di luar kesalahannya, kehadiran Jordi Amat di lini belakang tak banyak berpengaruh untuk memperkuat duet Rizky Ridho dan Elkan Baggott.

Indikasi bermain lebih menunggu dan melakukan serangan balik juga terlihat dari tiga gelandang yang diturunkan coach Shin di mana Marc Klok dan Ricky Kambuaya adalah gelandang yang memiliki naluri bertahan lebih baik ketimbang sisi kreativitas yang malam itu dibebankan kepada Adam Alis seorang.

Sayangnya, Adam Alis belum mampu menyuplai bola ke duet Dendy Sulistyawan dan Dimas Drajad yang juga belum maksimal sepanjang babak pertama. Permainan timnas berangsur membaik Rafael Struick masuk menggantikan Dimas yang cedera.

Penyerang muda ADO Den Haag ini menjadi otak dibalik terciptanya gol Pattynama di akhir babak pertama.

Di babak kedua, masuknya sejumlah pemain termasuk Saddil Ramdani dan Witan Sulaeman belum mampu memperbaiki kreativitas serangan timnas dan membuahkan hasil yang diinginkan oleh Shin Tae-yong di laga pembuka putaran kedua Kualifikasi AFC untuk Piala Dunia FIFA 26 ini.

Ancaman Menjelang Matchday 2

Indonesia akan menghadapi Filipina di Matchday 2 pada 21 November mendatang dan laga ini menjadi laga pembalasan dendam bagi kedua negara yang kalah di pertandingan pembuka putaran kedua Kualifikasi AFC untuk Piala Dunia FIFA 26. Filipina yang dikalahkan wakil Asia Tenggara lainnya, Vietnam, dengan skor 2-0 ingin mencoba bangkit ketika bertemu Indonesia.

Perkembang cedera minor sejumlah pemain dan keletihan akibat perjalanan jauh dari Irak ke Filipina akan menjadi ancaman menjelang Matchday 2.

Selain itu The Azkals yang dinahkodai Michael Weiss, berisikan mayoritas pemain yang berkarier di Liga 1 Indonesia. Di laga melawan Vietnam tercatat ada empat dari 11 pemain Filipina di Liga 1 Indonesia yang diturunkan sejak menit pertama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A